RTS PPU Kecewa Distribusi Raskin Terlambat

2011-04-28  17:29:45

PENAJAM, Plt Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) H Tohar mengatakan, sebagian besar rumah tangga sasaran (RTS) di desa dan kelurahan diempat kecamatan se Kabupaten PPU belum menerima distribusi beras miskin (raskin) karena pola penyaluran mengalami perubahan.
Sampai saat ini baru Desa Rintik, Kecamatan Babulu yang mendapat jatah raskin, sementara desa dan kelurahan lainnya raskin belum bisa disalurkan kepada masing-masing RTS, ini disebabkan karena ada perubahan sistim distribusi tidak sama dengan sistim tahun sebelumnya, kata Tohar, kepada wartawan baru-baru ini.
Menurut mantan kabag Humas dan Protokol Setkab PPU ini mengatakan, alasan belum didistribusikan raskin kepada seluruh RTS di PPU ini karena terjadi perubahan pola penyaluran raskin ke setiap desa dan kelurahan, kalau masih mengacuh pada aturan tahun lalu distirbusinya tidak mengalami gangguan.
Contohnya 2010 lalu, beras sudah bisa distribusikan meskipun dana pembelian beras diberikan setelah beras ditebus, tetapi untuk tahun 2011 ini sudah ada perubahan yakni, beras baru didistribusikan apabila sudah ditebus terlebih dahulu, jadi ada uang ada barang, dengan cara itu maka pemerintahan desa dan kelurahan menemui kendala karena tidak mungkin RTS mampu mengeluarkan dananya terlebih dahulu baru beras menyusul, terang Tohar.
Karena itu lanjutnya, permintaan delivery order  (DO) atau stok raskin baru bisa diberikan setelah ada uang tebusan, dengan kondisi seperti ini pihaknya mengakui kalau hingga saat ini masih mengalami kesulitan soal penyaluran raskin ke RTS, selama ini Pemkab PPU sendiri memberikan subsidi untuk masyarakat mengenai pengangkutan Raskin dari kecamatan ke desa maupun kelurahan.
Masih menurut Tohar, distribusi Raskin dari Dolog ke kecamatan ditanggung Dolog sendiri, dalam satu bulannya saja anggaran menyiapkan tebusan seluruh desa dan kelurahan mencapai sekira Rp 300 juta, inilah yang jadi kendalanya.
Terkait hal itu, Tohar mengaku hanya melaksanakan program dari pemerintah pusat untuk memberikan subsidi ongkos angkut dan biaya operasional, sedangkan untuk biaya pengadaan beras dari pusat, kalau kita maunya tak ada perubahan pola seperti 2010 lalu itu, kalau masih menggunakan pola tahun lalu pasti Raskin sudah tersalurkan.
Pihaknya mengaku pesimis apabila pusat tak segera merubah pola seperti tahun lalu, maka raskin tak bisa terserap secara optimal karena untuk menyiadakan dana tebusan tidaklah mudah, apalagi RTS-RTS yang ada di PPU merupakan keluarga miskin yang hidupnya pas-pasan, dia juga mengakui kalau kondisi ini sudah disampaikan ke Bupati PPU Andi Harahap dan pemerintah pusat supaya dilakukan perbaikan, tapi sampai saat ini belum ada perubahan.   max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...