Mahasiswa Minta Kadisdik Samarinda DigantiBosda tak Cair selama 16 Bulan
2011-04-28 18:01:47
SAMARINDA, Belum cairnya insentif guru dan bantuan operasional daerah (Bosda), kembali jadi sorotan. Kali ini, puluhan mahasiswa menggelar aksi demontrasi di halaman Balaikota Samarinda, Kamis (28/4) siang. Demonstran tergabung dalam Fakultas Sospol dan Hukum Untag 45 Samarinda. Dalam orasinya, mereka meminta kepastian hukum kapan Bosda dan insentif guru dicairkan. Sebab saat hearing antara pemkot dengan pihak guru, keputusannya pencairan akan dilakukan 14 Maret sampai 31 Maret lalu. Nyatanya, hingga Kamis (28/4) kemarin, pencairan itu tidak kunjung terealisasi. Selain meminta segera mencairkan dana insentif guru dan bosda, para mahasiswa Untag 45 Samarinda meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Harimurti untuk segera diganti. Hal itu disampaikan Kordinator Aksi Hariyanto Minda saat menggelar aksi unjuk rasa. "Kami minta Kepala Dinas Pendidikan Harimurti diganti, sebab hanya mengumbar janji saja dan tidak ada realisasinya," kata Harianto. Setelah mengelar aksi di Balaikota, para pengunjukrasa ini melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Samarinda. Dalam aksinya di DPRD Samarinda, para mahasiswa ini disambut baik oleh para anggota dewan. Para mahasiswa meminta anggota DPRD Samarinda memberikan usulan atau rekomendasi kepada Walikota Samarinda untuk segera mengganti Kadisdik. Dari hasil pertemuan dengan anggota dewan meminta waktu selama dua minggu untuk merapatkan kepada anggota dewan yang lain bersama Pemkot untuk membahas apakah nantinya Kadisdik akan diganti apa tidak. "Kami telah menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan dan dalam pertemuan tersebut dewan meminta untuk memberikan waktu terkait mengganti Kadisdik," ujar Harianto. Seperti yang diketahui bahwa dana bosda dan insentif ini terkendala soal administrasi. Tapi setiap kali mengelar unjukrasa selalu dijanjikan terus. Tahun 2009 saja ada yang belum terbayar. Jumlahnya sekitar 16 bulan sampai tahun ini. "Kami tetap meminta agar Kadisdik diganti dan ini sudah harga mati tidak ada toleransi lagi," tandasnya. aon
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...