Polisi Kejar Perampok Mini Market 2011-05-02 00:04:40
BALIKPAPAN, Tindak kriminal kembali mewarnai kota Balikpapan, sebelumnya terjadi kasus yang sama yakni perampokan yang dialami karyawan Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain (BPHLSW), kini kasus perampokan terjadi di wilayah Balikpapan Timur. Pelaku yang berjumlah tiga orang tidak hanya melakukan kekerasan, perampok juga mengancam korban dengan senjata tajam dan senjata api (Senpi) rakitan. Kapolresta Balikpapan, AKBP Sabar Supriyono didampingi Kapolsekta Balikpapan Timur AKP J Saragi membenarkan terjadi perampokan dengan ancaman yang menimpah pemilik warung Hj Salma dibilangan Komplek Perumahan Batakan Mas, RT 26 No. 4 Balikpapan Timur. Perampok membawa lari uang, barang perhiasan dan barang lain yang bisa dibawa kabur. Kini tiga perampok terus dikejar dan indikasi ketiga perampok sudah ditangan Polresta Balikpapan dan Polsekta Balikpapan Timur. Kapolresta Balikpapan mengatakan, tiga perampok itu membawa senjata api rakitan dan mereka tinggalkan di toko milik Hj Salma. Apakah sengaja ditinggal atau memang tertinggal, senpi rakitan itu menjadi barang bukti (BB) kepolisian. "Kami juga minta masyarakat agar berhati-hati jika menerima tamu apalagi jika warga Balikpapan membuka Mini Market atau warung jauh dari keramaian, kalau ada indikasi pelaku akan melakukan tindakan kekerasan, silahkan melaporkan tamu itu ke polisi," imbaunya. Seperti diketahui, kasus perampokan yang dialami Hj Salma, Rabu (27/4) sekitar pkl. 23.00 Wita, ketika warung milik korban akan ditutup, tiba-tiba datang tiga orang berjaket hitam mengendarai sepeda motor untuk membeli permen dan sepeda motor diparkir disamping warung. Menurut Hj Salma, dia tidak melihat secara langsung kedatangan tiga perampok itu, namun yang melihat langsung Dewi, pembantu rumah tangga. Dewi mengatakan kedatangan tiga pria itu tidak mencurigai karena mereka datang dengan alasan belanja, namun kemudian menodong dengan senjata tajam dan ada juga yang membawa senjata api. "Ketiga perampok langsung mengancam kami berdua, pria yang memegang badik langsung mengambil uang di dalam laci yang merupakan hasil selama sehari. Kami tidak bisa berbuat banyak karena terancam, tidak hanya mengambil uang di dalam laci, perampok juga memereteli semua alat perhiasan yang digunakan Salma, dengan cara menarik paksa. Dibawah ancaman, perampok kemudian meminta Salma ke lantai dua rumah toko dan menguras uang milik korban, mereka juga membawa barang-barang yang bisa dibawa termasuk Handphone (Hp) dan sebuah komputer jinjing, "Kemudian mereka menghilang dengan sepeda motor," terang Dewi. max
|