Buruh dan Mahasiswa Demo di Kantor Gubernur

Peringati Hari Buruh se-Dunia

2011-05-02  00:22:09

SAMARINDA, Peringatan Hari Buruh se Dunia atau kerab disebut May Day yang bertepatan pada 1 Mei memang selalu diperingati dengan aksi demo para buruh di Indonesia, terutama yang dilaksanakan di Kaltim, khususnya di Samarinda. Hanya saja, untuk di Samarinda, aksi peringatan Hari Buruh yang digelar oleh puluhan mahasiswa harus ternodai, karena saat melakukan aksi tersebut para pendemo sengaja membawa sejumlah anak jalanan (Anjal) untuk ikut serta dalam aksi tersebut.
“Saya diajak saja sama om-om itu. Saya nggak tahu mau ngapai,” ujar salah satu Anjal yang mengaku siswa SD Negeri 003 Palaran, Ismail ketika ditemui wartawan di kerumunan para pendemo yang menggelar aksinya di depan Kantor Gubernur Jalan Gajah Mada Samarinda, Minggu (1/5).
Ismail mengaku hanya diajak, bukan kemauannya sendiri. Selain itu, Ismail juga mengaku, pada saat ikut serta dalam aksi demo tersebut, kedua orang tuanya tidak mengetahuinya.
“Orang tua saya di Sulawesi, jadi nggak tahu. Jadi, saya ikut saja jalan-jalan sama om-om itu,” ucap Ismail dengan lugunya sembari menunjuk para pendemo yang melakukan aksinya di depan Kantor Gubernur Kaltim Samarinda.
Sementara itu, dari pantauan Swara Kaltim, saat aksi tampak juga hadir puluhan karyawan PT Hartati Jaya Plywood (HJP) untuk memperingati Hari Buruh se Dunia. Hanya saja, para karyawan HJP tersebut tidak melakukan aksi yang anarkis di depan Kantor Gubernur Kaltim.
Menurut salah satu karyawan HJP yang ditemui, Siti Maimunah, bahwa aksi yang dilakukannya di Kantor Gubernur pada Hari Buruh tersebut, tidak lain hanya sebagai aksi damai untuk memperingati hari buruh se dunia. Meski demikian, lanjutnya, ia dan sejumlah karyawan HJP juga tetap menuntut haknya yang selama ini terus diperjuangkan, yakni mendapatkan gaji dan pesangon yang sedianya harus diberikan oleh manajemen PT HJP kepada 400-an karyawan.
“Kami di sini Cuma memperingati Hari Buruh se Dunia saja. Tapi, kami juga ingin menuntut hak kami kepada pemerintah agar segera menindak manajemen PT HJP untuk segera membayar hak kami,” ujar Siti Maimunah di sela-sela aksi Hari Buruh se Dunia.
Dikatakannya, gaji para karyawan tidak dibayar awalnya selama 6 bulan, yakni sejak Januari-Juni 2010. Tapi, setelah para karyawan menuntut haknya itu kepada pemerintah, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim. Akhirnya, disepakti para karyawan diharapkan dapat membawa hal itu ke jalur hukum.
“Setelah menuntut kepada Disnakertrans Kaltim, ternyata gaji kami juga belum dibayar selama enam bulan tersebut. Akhirnya, sampai pada bulan November 2010 gaji kami pun belum dibayar. Oleh karena itu, sama pemerintah provinsi gaji yang tidak dibayar selama 11 bulan. Mengapa demikian, karena pada bulan ke 12-nya manajemen PT HJP telah masuk ke sidang tuntutan karyawan yang tidak dibayar gajinya,” ungkapnya.
Menurutnya, gaji para karyawan yang tidak dibayar cukup banyak, mulai dari karyawan biasa hingga level tingkat mandor. Di mana, lanjut Siti, gaji karyawan PT HJP diketahui setiap bulannya yang harus diterima mereka rata-rata senilai Rp 1,5 juta. Sedangkan, untuk mandor, gaji yang diterima perbulannya senilai Rp 3 jutaan.
“Karena sudah tidak bekerja lagi, maka kami berharap gaji dan pesangon para seluruh karyawan dapat segera dibayar. Sebab, selama 2010 lalu hingga sekarang (Mei 2011, Red) gaji seluruh karyawan belum juga dibayar. Dan kami benar-benar tidak merasakan hasil kerja kami,” tegasnya.
Selain itu, karyawan PT HJP lainnya, Suprapto ketika ditemui mengatakan karena hal ini telah masuk jalur hukum, yang dimediasi oleh Pemprov Kaltim, yakni Disnakertrans Kaltim, akhirnya sejumlah pimpinan PT HJP telah ditangkap untuk diproses hukumnya.
“Alhamdulillah, setelah kami melakukan beberapa kali aksi, akhirnya dengan jalur hukum, sejumlah pihak pimpinan PT HJP telah ditangkap, seperti Heri yang menjabat sebagai salah satu manajer di HJP dan Harun yang juga merupakan orang kedua dari Pimpinan PT HJP,” jelasnya.
Sementara itu, menyikapi hal tersebut, Kadisnakertrans Kaltim H Ichwansyah mengatakan telah melakukan mediasi kepada seluruh karyawan PT HJP untuk melanjutkan tuntutannya tersebut.
“Memang mereka pernah melakukan aksi ke Kantor Disnakertrans Kaltim. Namun, kami tidak dapat bertindak tegas dengan hal ini. Tapi, kami hanya bisa malakukan mediasi saja, yakni kami menyerahkannya kepada jalur hukum. Di mana, hal itu dilaksanakan di Pengadilan Hubungan Industri (PHI). Jadi, hasil mediasi saja yang ditunggu untuk menentukan bagaimana keputusannya,” tandasnya.
Menurut Ichwansyah, seharusnya, permasalahan PT HJP tersebut sebaiknya diselesaikan oleh Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Hanya saja, diharapkan, kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda dapat melakukan koordinasi dengan Disnakertrans Kaltim. Jika, memang ada permasalahan yang terjadi di sejumlah perusahaan yang berada di Samarinda.
“Karena, menurut kami ini merupakan haknya Pemkot Samarinda yang menyelesaikannya, jadi merekalah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Apabila memang tidak bisa, maka mereka bisa saja melakukan koordinasi dengan Pemprov Kaltim, sehingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan bersama,” pungkasnya.
Dari pantauan Swara Kaltim, aksi peringatan Hari Buruh se Dunia 2011 yang dilakukan puluhan mahasiswa yang juga termasuk mahasiswa Fisip Unmul tampak memacetkan lalulintas yang berada di ruas jalan Gajah Mada Samarinda, tepatnya depan Kantor Gubernur Kaltim.mar/aon

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...