Antisipasi Bencana Sejak Dini2011-05-03 02:14:53
TANJUNG REDEB, Ketua Komisi II dewan Perwakilkan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Ir Burhan mengatakan, mengatasi banjir ditempuh berbagai cara termasuk melakukan pemetaan terhadap pemicu banjir di sejumlah titik lokasi yang dianggap rentan menjadi asal banjir muncul. Burhan menuturkan, pemetaan terhadap sumber bencana seperti kerusakan hutan, kehilangan serapan air, dampak tambang, menjadi satu dari kajian penting guna mengetahui sejauh mana banjir itu muncul dan menjadi ancaman. ”Dari mana asal banjir, mengapa bisa terjadi,semua perlu menjadi bahan pertanyaan,” ucap Burhan. Dari masalah muncul tersebut, kata Burhan, penting adalah berupaya mencari solusi dan berusaha mencari sebab banjir secara bertahap. Tahapan pencegahan tersebut diantaranya mendorong berbagai kebijakan dari lintas intansi. Kebijakan singkronisasi lintas instansi menurut dia sangat sulit raih apabila tidak ada keeratan kerjasama. Lintas koordinasi menjadi sangat penting , jika tidak bisa terpenuhi tentu teramat sulit mengatasi satu masalah, tidak terkecuali masalah banjir,” katanya. Semisal mencoba memperbaiki lingkungan akibat pengaruh tambang, di sana ada dua instansi yaitu Badan Lingkungan Hidup serta Dinas Pertambangan Dan Energi (Distamben). ”Kedua instansi ini memiliki peranan besar,” ujar Burhan. Sedang Kepala BLH Berau, Basri Sahrin mengatakan, evaluasi terhadap seluruh perusahaan tambang sudah dilakukan,”Ini yang menjadi tantangan kami, terutama pengawasan secara intensif dan rutin. Satu kendala dicontohkan adalah kurangnya staf yang harus terus turun ke lapangan,” tegas Basri. Mengingat luasan lahan serta banyaknya perusahaan tambang yang ada, dibandingkan dengan jumlah tenaga di BLH masih belum berimbang. “Artinya kita juga sangat mengharapkan adanya dukungan semua lapisan masyarakat dalam hal pengawasan,” sebutnya. Laporan masyarakat terhadap setiap bentuk pelanggaran oleh perusahaan dinilai Basri sangat memberikan arti bagi BLH. Setiap laporan yang masuk langsung direspon dengan turun kelapangan. Selama ini ia mengakui, banyak laporan masuk yang direspon bahkan sampai pada tindakan ancaman pemberian sanksi. Namun demikian, hasil akhir tetap menguntungkan semua pihak “Intinya tidak ada yang dirugikan, perusahan bisa berinvestasi dan masyarakat bisa ikut menikmati namun juga aman,” kata Basri. as
|