May Day di PPU Sepi2011-05-03 23:35:13
PENAJAM, Hari buruh sedunia atau ‘May Day’ yang diperingati setiap tahun sekali pada tanggal 1 Mei lalu khususnya di Penajam Paser Utara (PPU) tidak menunjukkan adanya gerakan-gerakan yang mengarah pada upaya perbaikan nasib karyawan atau pekerja seperti di daerah lain di Tanah Air, muncul aksi demo sehingga pendemo dan aparat keamanan khususnya Satpol PP terjadi tarik-menarik sehingga mengancam kondusivitas daerah. Kendati demikian, ada sejumlah isu sentral yang hingga kini masih terus diperjuangkan kaum pekerja, kami sebelumnya tak lakukan konsolidasi terhadap momen May Day kemarin, namun yang lebih penting menurut kami ada upaya-upaya yang harus terus diperjuangan dalam memperbaiki nasib buruh terutama perhatian pemerintah terhadap nasib buruh. Karena hak-hak dasar buruh masih terabaikan, kata Ketua FSBSI Kabupaten PPU Syahruddin M Nor, kepada wartawan di Penajam, Senin (2/5) lalu, perbaikan nasib buruh/pekerja, kata tenaga ahli Fraksi Gabungan DPRD ini, meliputi bidang upah yang layak, kesempatan mendapatkan pekerjaan yang layak, pemberantasan pengangguran, pengesahan RUU tentang jaminan sosial pekerja serta terpenting lagi penghapusan buruh/pekerja kontrak atau outsourcing. Isu-isu itulah sampai sejauh ini masih belum mendapat perhatian sungguh-sungguh dari pemerintah, contohnya soal upah yang layak, buruh kontrak serta tindakan PHK sepihak menurut kami masih banyak dialami para buruh/pekerja, sehingga kami selaku organisasi SBSI terus berjuang menyampaikan aspirasi itu mulai dari daerah hingga pusat dan itu akan terus diupayakan. max
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...