Dandim Prakarsai Silaturahmi Lintas Masyarakat2011-05-03 23:50:46
SAMARINDA, Komandan Distrik Militer (Dandim) Samarinda Letkol Inf Junaidi M memprakarsai silaturahmi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD, dulu Muspida), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, ormas, paguyuban dan OKP di Markas Kodim, Jl Gajah Mada, Selasa (3/5). “Kita berbeda dengan negara-negara lain. Dari Sabang sampai Merauke terdapat 13.000 pula (hasil verifikasi terakhir kementrian Kelautan dan Perikanan,sebelum diverifikasi rujukannya 17.480 pulau) dan terdiri 1.128 suku bangsa, beragam agama dan kultur. Kalau tidak dikemas dengan baik, maka konflik-konflik akan terus terjadi sehingga berujung disintegrasi bangsa,” tegasnya. Dandim mengharapkan melalui silaturahmi ini bisa meningkatkan kebersamaan dalam menciptakan Samarinda tentram, damai, aman, bersatu menuju Samarinda maju. “Misalnya saya orang Minang boleh tinggal dimana-mana, orang Dayak juga boleh tinggal dimana-mana, orang Jawa, orang Banjar boleh dimana-mana, tapi satu, kita orang Indonesia. Kita bisa aman dan nyaman ketika jalan dan ketika berada dimana-mana,” tegas Junaidi yang sebelumnya menjabat Danyonif 811 Awang Long. Sementara Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail menyakini seluruh ormas, OKP, pemuka agama, apalagi paguyuban-paguyuban yang memilikir pilar-pilar di masyarakat selalu menjalin hubungan dengan baik demi menjaga terhindarnya dari konflik. “Saya yakin itu, karena damai ini bukan baru beberapa tahun, sebelum saya lahir pun Samarinda sudah damai. Mudah-mudahan suasana aman, damai dan kondusif bisa terpelihara. Kalau ada permasalahan kecil, jangan merembet kemana-mana, sehingga dikomunikasikan bersama,” imbuhnya. Di dalam Musrenbangnas, lanjut Nusyirwan, Presiden di luar konteks mengingatkan 2 pesan, pertama meminta bersama-sama menjaga hal-hal supaya tidak terjadi penodaan dan kenistaan umat beragama melihat gejala belakangan ini dengan memperkuat kesadaran beragama. “Kedua, lakukan upaya cegah tangkal atau kewaspadaan ini terhadap kekerasan horizontal seperti diistilahkan Pak Presiden. Beliau juga minta langsung kepada Camat dan Lurah berperan gejala awal terhadap kekerasan horizontal tadi,”ucapnya. Sedangkan ketua KNPI Kaltim menekankan kebanggaan terhadap suku sendiri dalam hal positif. “Kita dari suku tertentu yang bangga karena orang menilai kita sopan, santun dan solider. Tapi saya malah malu menjadi suku tertentu ketika orang melihat saya malah lari karena sifat tidak baik,” imbuhnya. Terhadap gejala konflik, diingatkannya lebih baik menyiram api kecil dengan air di ember, daripada membiarkan membesar kemudian dipadamkan dengan mobil pemadam kebakaran.john
|