Wawasannya Tak Sampai

Gubernur Kaltim Tanggapi Penilaian Pembangunan tak Pro Rakyat

2011-05-04  00:04:00

SAMARINDA, Banyaknya para organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyatakan program pembangunan yang dilakukan selama kepemerintahan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Farid Wadjdy bukan pro rakyat. Ternyata, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menyikapinya dengan positif.
Menurutnya, jika ada lembaga atau masyarakat yang menilai program pembangunan yang dilakukan selama kepemimpinannya bukanlah pro rakyat, maka wawasan pengetahuan orang atau lembaga tersebut yang tak sampai.
“Apa yang saya lakukan bersama Pak Farid Wadjdy semata-mata untuk rakyat bukan yang lainnya. Jika, memang ada yang mengatakan program pembangunan yang kami bangun tidak pro rakyat, tentunya orang tersebut wawasannya yang tak sampai atau masih kurang,” ujar Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak baru-baru ini.
Dikatakannya, bukti bahwa pembangunan yang dilakukan selama ini merupakan program pro rakyat, yakni pembangunan jalan Trans Kalimantan atau Trans Kaltim. Menurutnya, pembangunan jalan Trans Kalimantan tersebut semata-mata bukan untuk kepentinganya, melainkan buat rakyat yang melintasi jalan tersebut.
Apalagi, lanjutnya, Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menegaskan bahwa pembangunan Trans Kalimantan merupakan hak pemerintah pusat untuk memperhatikannya.
Bukan hanya itu saja, lanjut gubernur, program pembangunan yang dilakukannya juga telah masuk dalam program Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).  Bahkan, oleh pemerintah pusat program pembangunan sekarang harus ada Master Plannya yang mengikuti sertakan sektor swasta, sehingga program pembangunan tersebut dapat terselesaikan dengan tepat.
Menurutnya, jika melihat dari sisi itu, tentunya Kaltim sangat berhasil. Bahkan, tahun ini saja target Master Plan tersebut mencapai Rp 20 Triliun. Apalagi, jika dilihat setelah 3-4 bulan ke depan, yakni mampu mencapai Rp 23 Triliun lebih keuntungan daerah yang yang dapat diterima dari Master Plan yang melibatkan swasta. Contohnya, proyek terbesar seperti Kaltim V Pupuk Kaltim yang berada di Bontang. Kemudian Airport Sepinggan Balikpapan, serta Pelindo. Dan belum lagi proyek lainnya.
“Semua itu didukung oleh pihak swasta. Dan di Kaltim telah melakukan itu, sehingga Master Plan untuk melibatkan swasta di Kaltim, saya pikir telah terwujud,” timpalnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, dengan pembangunan infrastruktur yang telah dibangun saat ini mampu meningkatkan daya saing di Kaltim kian meningkat. “Jika daya saing kian meningkat, maka makin banyak investasi yang masuk ke Kaltim,” jelasnya.
Jadi, lanjut gubernur, jangan salah mengartikan apabila pemerintah membangun jalan tol dan lainnya. Sebab, hal itu tidak lain untuk menumbuhkan perluasan dan percepatan pembangunan daerah.
“Coba bayangkan saja sendiri. Seperti pembangunan bandara yang ada saat ini di Kaltim mampu terealisasi hingga mencapai 14 bandara, baik kecil dan besar di 14 Kabupaten/Kota se Kaltim. Hal ini tentunya tidak ada di daerah lain. Memang sebagian daerah atau provinsi memiliki bandara yang cukup banyak, tapi tidak semua bisa diterbangi. Jadi, tidak ada gunanya kan,” pungkasnya.mar            

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...