Gubernur Diminta Stop Jalankan Program Muluk-muluk2011-05-04 00:06:23
SAMARINDA, Kritikan dan nada keras terhadap pemerintahan Awang Faroek Ishak-Farid Wadjdy, terus disuarakan kalangan DPRD Kaltim. Di tiga tahun masa pemerintahannya, diminta Awang Faroek agar lebih fokus memprioritaskan pembangunan yang menyentuh kepentingan publik. Hal itu dikatakan Sekretaris Fraksi PPP, Syaparuddin kepada Poskota Kaltim, Selasa (3/5) kemarin. Menurutnya, gubernur dan wakil gubernur sebagai kepala pemerintahan tak membuat program yang terlalu muluk-muluk. “Gubernur jangan terlalu muluk-muluk membuat dan menjalankan program. Cukup dengan membuat program yang bisa menyentuh kepentingan masyarakat, itu akan sangat dihargai,” tegas Syaparuddin. Ia juga mengatakan, masih banyaknya kondisi infrastruktur jalan trans Kaltim yang membutuhkan perhatian pemerintah. “Gunakan dana yang ada di Dinas PU sebesar Rp500 miliar di APBD 2011 untuk perbaikan infrastruktur yang rusak,” sarannya. Syapar – sapaannya – yang juga sekretaris Komisi I DPRD Kaltim meminta dengan tegas, agar Gubernur untuk saat ini lebih memfokuskan pada pembenahan infrastruktur yang saat ini lebih banyak terbengkalai. Ia menjelaskan, pembenahan infrastruktur yang dimaksudkan adalah segera membenahi proyek mangkrak. “Ada beberapa proyek mangkrak, yakni, pembangunan Bandara Samarinda Baru, pembangunan Jembatan Mahkota II, Jembatan Kota Bangun, dan Jembatan Jelemuq-Tering. Jika memang di antara proyek mangkrak ini, bukan milik provinsi, maka Gubernur bisa menjadi katalisator untuk menyuarakan agar bisa diselesaikan,” kata Syapar. Diminta pula, agar jalan-jalan yang rusak untuk diperbaiki, misalnya pembangunan jalan Trans Kalimantan. Dan salah satu yang juga dianggap penting, lanjutnya, pembenahan kerusakan lingkungan. Saran yang disampaikan ini, bukan semata-mata omong kosong belaka. Hal ini merupakan hasil peninjauan wakil rakyat saat melakukan reses ke daerah pemilihan (Dapil). “Untuk itu, jangan lagi Gubernur berpikir untuk membuat program pembangunan seperti Maloy, rel kereta api atau pembentukan Kaltim Airline. Karena hampir semua program yang akan dilakukan ini, banyak yang tidak menyentuh kepentingan masyarakat,” tandasnya. fer
|