Tim Independen Pastikan Masyarakat Resah2011-05-05 00:13:29
SAMARINDA, Tim Independen yang bertugas memantau perkembangan kasus bentrok yang dilatar belakangi bisnis di tambang batu bara Loa Buah Kecamatan Sungai Kunjang membuat masyarakat Kota Samarinda resah. Atas dasar itu, disamping keinginan keras Walikota Samarinda agar daerah ini tetap kondusif maka dibentuklah tim inderpenden untuk menyelesaikan kasus ini. Tim independen lanjutnya merupakan wadah dari perwakilan tokoh masyarakat baik itu tokoh Kutai, Banjar dan Dayak sendiri. Setelah melakukan penyelidikan, didapat fakta bahwa kasus yang terjadi ternyata dilatar belakangi kepentingan usaha. Pihak Ar (45) berada didaerah itu, karena ada lahan miliknya yang digunakan perusahaan tanpa memberi kompensasi. Sementara pihak Vm (45) berada dilokasi, karena sedang membawa batu bara miliknya untuk dikirim ke stok pile PT BBE. Tokoh masyarakat lanjutnya telah gagal membina akar rumput, sehingga Tim Independen mencoba mengklarifikasi isu yang berkembang saat ini. "Isu yang berkembang dikalangan masyarakat kelas bawah adalah keributan antara Dayak dengan Kutai masih berlangsung. Bahkan ada kekhawatiran warga masyarakat akan terjadi bentrok lebih besar," kata Ketua tim Independen Sofyansyah kepada Poskota Kaltim Rabu (4/5) kemarin. Atas dasar itu, lanjut Sofyansyah Tim Independen merekomendasikan kepada semua pihak untuk cowling down. Dan, meminta aparat penegak hukum bisa mendeteksi setiap persoalan dan memberi informasi kepada petinggi adat agar bisa disikapi lebih lanjut. "Kasus seperti ini tidak boleh terjadi kembali, karena cos yang dikeluarkan jika terjadi kerusuhan akan lebih besar," kata Sofyansyah. Tim mendukung langkah penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian, proses hukum harus tetap jalan. Namun tim juga mendukung langkah penyelesaiaan kasus melalui pertimbangan -pertimbangan lain, agar kasus ini tidak terulang. Pemkot diharapkan bisa mengumpulkan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk kembali bersatu untuk mempertahankan NKRI. Sofyansyah kembali menegaskan bahwa hasil rumusan FKPMKT beberapa waktu lalu hanya mampu menyelesaikan tingkat persoalan dikalangan elit, sementara masalah yang terjadi masih mempengaruhi tingkat emosional kalangan masyarakat di level bawah. Yang pasti, lanjutnya persoalan ini sudah selesai tidak adalagi masalah yang terjadi antar kedua kubu. "Diharapkan dalam waktu dekat Walikota Samarinda bisa memfasilitasi pertemuan antar kelompok masyarakat itu," tegasnya. M4n
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...