Pembinaan Usia Dini Perlu Pembenahan2011-05-05 00:15:58
SAMARINDA, Pembinaan atlet usia dini dalam persepak bolaan Indonesia perlu adanya pembenahan secara serius dan terarah oleh organisasi PSSI, mengingat banyaknya bakat atlet usia dini yang hilang ketika menginjak usia dewasa. "Pasti ada yang salah dalam pembinaannya, karena sudah ada bukti atlet usia dini kita sebenarnya sudah bisa menembus level eropa, seperti kejuaraan piala "danone" bisa menjadi juara di Eropa, namun menginjak usia dewasa para juara itu tidak terlihat sepak terjangnya di persepak bolaan kita," terang Erwin Budiawan, meneger Umum, Persisam Putra Samarinda, di Samarinda, Rabu (4/5). Dengan bukti itu, menurut Erwin, sebenarnya aset pemain yang ada di Indonesia sudah cukup untuk bersaing di level Internasional, ketika ada pembinaan yang bagus dan berjenjang di segala lapisan umur. "Sayangnya kompetisi kita untuk atlet usia dini ini jenjangnya kurang bagus, dan terputus pada usia tertentu, sehingga banyak bakat yang hilang ketika atlet sudah merambah ketingkat dewasa," jelas Erwin. Erwin yang saat ini telah lolos sebagai calon anggota executive comitte (exco) PSSI itu menilai pola pembinaan sepak bola Indonesia cenderung memakai pola "instan" dan mengesampingkan aspek pembinaan secara profesional. Padahal bila dikelola secara serius, sabar dan profesional tidak menutup kemungkinan persepak bolaan Indonesia bisa maju dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi. "Dari atlet usia dini sudah bisa menjadi bukti bahwa Negara kita bisa bersaing bahkan dengan Negara Eropa, tetapi kenapa justru timnas yang selalu dibanggakan tak bisa memberikan prestasi terbaik untuk Bangsa ini," papar Erwin. Keseriusannya untuk merubah pembinaan atlet usia dini, menjadi agenda utama Erwin ketika dia bisa masuk sebagai anggota exco PSSI nantinya. Karena kata Erwin, memang perlu adanya suatu gebrakan secara utuh di PSSI untuk merubah pola pikir bahwa pembinaan sepak bola tak hanya didominasi untuk mewujudkan tim senior semata. Namun perlu juga dirubah pandangan bahwa ketika pembinaan atlet usia dini ini dikelola secara bagus, maka hasilnya juga akan berimbas di tataran senior. "Tak usah berpikir rumit, kita bisa mengadopsi pembinaan usia dini dari cabang lain yang jelas adanya kompetisi kelompok umur mulai dari junior, remaja, hingga usia senior," tegas Erwin. Erwin Budiawan, diusung menjadi anggota exco oleh tim Persisam Putra Samarinda, dan lima anggota PSSI lainnya yang punya suara di Kalimantan Timur. Berdasarkan informasi Erwin juga mendapat dukungan dari beberapa klub Jawa Timur dan Bengkulu untuk duduk sebagai exco PSSI. "Kalau soal dukungan suara saya belum tahu persis, karena itu kerja tim saya yang melakukan lobi-lobi," tegas Erwin lagi.at
|