Masyarakat Minta Program CSR Perusahaan Tambang2011-05-05 00:19:42
SAMARINDA, Masyarakat Kampung Lotaq, Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat menyampaikan aspirasi menyangkut program tanggung jawab sosial perusahaan melalui bentuk CSR (corporate social responsibility) tambang batubara. Hal itu disampaikan warga, saat reses anggota DPRD Kaltim dari Dapil III asal Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP), Marten Apuy, belum lama ini. “Sudah hampir tiga tahun terakhir, yakni 2009, 2010 dan 2011 ini program CSR untuk masyarakat kampung itu tidak jalan, sehingga mereka meminta saya untuk memfasilitasi pertemuan dengan pihak perusahaan,” kata Marten Apuy, kemarin, menjelaskan hasil resesnya di Dapil Kukar – Kubar. Menurut Wakil Ketua Dewan ini, program CSR perusahaan tambang batubara PT Trubaindo Coal Mining (TCM) di Kampung Lotaq hanya berjalan tahun 2007 – 2008 saja, setelah itu berhenti. Setiap tahun warga mendapat bantuan Rp250 juta. Padahal perusahaan sudah sepakat menganggarkan 0,6 Dollar Amerika per metrik ton produksi batubara untuk program CSR, yakni 0,2 Dollar Amerika untuk keperluan darurat, seperti kebakaran dan banjir, serta 0,4 Dollar Amerika untuk membantu masyarakat di sekitar areal tambang. “Menindaklanjuti aspirasi masyarakat ini saya langsung menghubungi manajemen PT TCM dan diterima oleh Pak Rudy. Yang bersangkutan berjanji memperhatikan keinginan masyarakat,” kata politisi kelahiran Tabang, 30 Maret 1966 ini. Sedangkan di Desa Sungai Meriam, Anggana, Kutai Kartanegara, warga meminta bantuan Marten untuk melakukan semenisasi jalan lingkungan di RT 24, rehabilitasi SD Negeri 002 Anggana dan meninggikan lantai bangunan gedung SMA Negeri 1 Anggana yang kerapkali kebanjiran. Warga juga meminta bantuan mobil pemadam kebakaran dan mobil jenazah. Secara umum warga juga meminta bantuan perbaikan jalan Trans Kalimantan poros tengah yang menghubungkan Kukar – Kubar, perbaikan jalan Tenggarong Seberang – Muara Kaman, merealisasikan pembangunan sejumlah jembatan di Kubar dan jalan pendekat jembatan di Anggana, Kukar. “Menyangkut pembangunan dan permintaan bantuan, saya akan perjuangkan pada perubahan APBD 2011 ini dan APBD murni 2012 nanti,” kata Marten Apuy. fer/adv
|