Penderita Kanker Servik Capai 100 Ribu Orang

2011-05-05  00:27:42

SAMARINDA, Prevalensi kanker serviks di Indonesia mencapai 90 hingga 100 ribu penduduk dan ditemukan 200 ribu kasus baru setiap tahunnya. Berdasarkan hasil penelitian, setiap jam terdapat satu orang wanita Indonesia yang meninggal akibat kanker leher rahim, sedangkan di Asia Pasifik terjadi dalam setiap empat menit dan di dunia dalam setiap dua menit.
Kanker leher rahim bisa dialami siapa saja yang pernah berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi Human Papilloma Virus (HPV). Infeksi ini tidak menunjukkan gejala, sehingga tidak disadari kehadirannya dan dapat bertahan lama meskipun tidak melakukan hubu-ngan seksual lagi.
Perjalanan kanker leher rahim dari pertama kali terinfeksi hingga menjadi kanker memerlukan waktu sekitar 10-15 tahun, sehingga penderita kanker sebagian besar berusia lebih dari 40 tahun. Sedangkan yang menderita pada usia 15-61 tahun mencapai 58 juta orang dan  usia 10-14 tahun sekitar 10 juta orang.
Pemerintah selama ini sudah melakukan pengenalan dan pengembangan program Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) sejak 1996. Bahkan Pemerintah Provinsi Kaltim telah memberikan perhatian besar dalam penanggulangan penyakit kanker, khususnya melalui Yayasan Kanker berupa bantuan sosial.
“Pemerintah Provinsi Kaltim terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan masyarakat yang cukup dan memadai, termasuk pelayanan bagi penderita kanker,” kata Gubernur Kaltim dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim HM Syafak Hanung, saat membuka Sosialisasi Penanggulangan Kanker Bagi Masyarakat di Ruang Tepian I, Selasa (4/5).
Terlebih lagi terhadap  fasilitas kesehatan yang kurang akan segera terbangun berikut pelayanan kesehatannya akan terus ditingkatkan, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan kesehatan sesuai dengan apa yang diperlukan.
Oleh karenanya, hal ini harus diimbangi dengan peningkatan profesionalisme dari jajaran kesehatan, tidak terkecuali bagi para petugas yang membantu pelayanan pemeriksaan reproduksi, khususnya pencegahan dan penanggulangan penyakit kanker rahim.
Menurut dia, kesehatan reproduksi sangat penting untuk dijaga. Salah satu penyakit yang menyerang alat reproduksi adalah kanker leher rahim (serviks) atau penyakit yang menyerang leher rahim wanita.
Sementara itu faktor resiko kanker ini terjadi jika para penderita sering berganti pasangan seksual melakukan hubungan seks pada usia kurang dari 20 tahun, kebiasaan merokok, kondisi saat menurunnya sistem kekebalan tubuh dan adanya riwayat dari ibu maupun saudara perempuan yang terkena kanker leher rahim sebelumnya.
Meskipun penyakit ini merupakan penyakit ganas dan dapat menyebabkan kematian, namun kesadaran untuk memeriksakan diri dirasakan sangat rendah. Indi-kasinya lebih dari 70 persen penderita yang datang ke Rumah Sakit sudah pada stadium lanjut.
”Jika sudah pada stadium lanjut ini, maka akan sulit mencapai hasil pengobatan yang optimal. Artinya, akibat yang ditimbulkan kanker leher rahim sangat berat. Khususnya jika dipandang dari segi harapan hidup, angka kesembuhan, lamanya penderitaan, serta tingginya biaya pengobatan,” jelasnya.
Diperkirakan, penyebaran penyakit kanker meningkat sebagai akibat dari meningkatnya usia harapan hidup, perubahan perilaku dan gaya hidup yang beresiko akibat keadaan sosial ekonomi yang lebih baik, serta mening-katnya pencemaran lingkungan akibat industrialisasi.
Saat ini ujarnya, pemerintah terus berupaya memberikan pengetahuan secara komprehensif kepada masyarakat dalam penanggulangan kanker leher rahim ini melalui berbagai aspek. Di antaranya aspek pencegahan primer, deteksi dini pengobatan penyakit kanker, serta bebas nyeri secara multidisipliner.
Penyakit kanker ini dapat dicegah dengan cara pola hidup sehat, antara lain tidak merokok, tidak meminum minuman beralkohol, makan makanan bergizi, kerja dan istirahat secara teratur, hindari stress, berolahraga secara rutin dan terukur, dan tidak berganti-ganti pasangan hubungan seksual.
Selain itu, perlu adanya pola penanggulangan penyakit kanker, terutama kanker leher rahim berbasis masyarakat yang mencakup pelayanan kepada masyarakat meliputi semua tahapan pelayanan kesehatan,  baik bersifat preventif, promotif, kuratif maupun rehabilitatif
”Sosialisasi penanggulangan kanker leher rahim ini saya anggap sangat tepat. Dan, kita wajib memberikan sosialisasi maupun penyebaran informasi kepada masyarakat, termasuk tentang bahaya penyakit kanker sejak dini dan  memberikan bekal hidup yang sehat agar terhindar dari penyakit tersebut,” harapnya. mar

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...