Kepala Basarnas Pusat Resmikan KN-RB 215 Balikpapan2011-05-05 23:37:48
BALIKPAPAN, Kepala BASARNAS Letjen (Mar) Nono S, SPi, MSi mengatakan, banyaknya musibah laut yang terjadi diperairan Indonesia karena muatan kapal yang berlebihan seperti jumlah penumpang tidak sesuai dengan manivest yang ada, olehnya diharapkan kedepan peristiwa seperti ini terus menjadi perhatian, artinya jumlah penumpang harus sesuai dengan manivest yang ada. Selain itu, tidak jarang muatan kapal melebihi daya muat kapal, namun baik nakoda maupun pemimlik kapal tidak memperhatian masalah keselamatan pelayaran, mereka hanya berpikir masalah bisnis padahl ketika terjadi musibah mereka juga yang harus ikut memperhatikan apa yang menjadi tuntutan pemilik barang atau keluarga korban yang meninghgal atau hilang. ‘’Untuk itu, BASAENAS terus melakukan pemantauan setiap perkembangan yang terjadi baik dilaut, darat maupun angkutan udara sekaligus berkoordinasi dengan pengelolah pelabuhan tyeramsuk pemilik kapal dan nakodfa agar memperhatikan aturan yang ada sehingga tidak menimbnulkan kerugian baik materi maupun korban manusia,’’ kata Nono S, sebelum meresmikan Kapal Negara (KN) Rescue Boat 215 milik Basarnas XVII Balikpapan dipelabuhan Semayang, Kamis (5/5). Dia mengatakan, hadirnya BASARNAS untuk membantu mengatasi berbagai musibah terutama dilaut dan kasus angkutan udara yang jatuh dan lainnya. "Artinya, Basarnas tidak akan diam manakal mendapatkan informasi ada pesawat jatuh atau kapal tenggelam, teramsuk kapal-kapal berukuran kecil tetap menjadi perhatian kami," katanya. Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia Timur, menjadi perhatian, utamanya wilayah utara Kaltim banyak terjadi angkutan penyeberangan yang menggunakan kapal-kapal kecil, sedang maupun besar dan tidak jarang pihaknya mendapatkan infoprmasi ada kapal yang karam dan mengakibatkan ada korban jiwa meninggal atau hilang, dengan hadirnya tim Basarnas dengan peralatan yang memadai maka dipastikan tim akan tiba lebih cepat dilokasi terjadinya musibah itu selanjutnya langsung melakukan evakuasi. ‘’Selama ini fesilitas yang dimiliki Basarnas belum memadai, sehingga jika terjadi musibah laut tidak jarang kita harus meminjam fasilitas seperti perahu karet dan lainnya keinstansi lain teramsuk milik dari TNI-AL, namun ketika kita sudah memiliki fasilitras itu maka tinggal meningkatkan kualitas dan kemmapuan anggota Basarnas,’’ terang Nono. Sebelumnya, Kepala Basarnas XVII Balikpapan Harmoniadi, mengatakan keberadaan Basarnas Balikpapan dengan dukungan sejumlah lembaga lain menjadi perhatian kita bersama termasuk pemerintah provinsi dimana kita memiliki tugas untuk menangani terjadinya musibah laut, udara atau darat teramsuk bencana alam lainnya, namun harus diakui selama ini kita belum memiliki fasilitas yang memadai sehingga pergerakan ikut mempengaruhi fasilitas yang ada. ‘’Beberapa alat angkut yang harus dimiliki Basarnas memang kita sudah ada tapi belum sesuai dengan kebutuhan apalagi wilayah yang sangat luas karena Basarnas XVII mencakup wilayah Kalimantan Timur, sehingga kami harus membuat dua pos Basarnas pembantu masing-masing di Bontang dan Tarakan,’’ ujar Harmoniadi. Dia juga meminta perhatian Kepala Basarnas Letjen (Mar) Nono, S, kita dapat memberikan satu fasilitas penunjang pekerjaan Basarnas Balikpapan berupa satu pesawat helicopter sehingga ketika terjadi musibah di wilayah utara atau jauh dari basis Basarnas Balikpapan helicopter itu bisa mengangkut sejumlah tim menuju tempat kejadian perkara (TKP) dengan cepat, tidak seperti yang terjadi selama ini. ‘’Kami sangat yakin dengan hadirnya satu pesawat Helikopter maka pekerjaan tim Basarnas Balikpapan akan lebih cepat, apalagi jika tempat kejadian musibah berada jauh dari markas Basarnas di Balikpapan,’’ urai Harmoniadi. Dibagian lain, Kepala Basarnas Nono, S, sangat memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan Basarnas Balikpapan seperti helicopter, itu akan kami penuhi karena memang dibutuhkan, hanya saja belum sekarang karena kami baru akan menerima sejumlah helicopter hibah dari Uruguai dan helicopter itu buatan Rusia yang bisa mengangkut 30 personil sekali terbang, hanya saja yang menjadi perhatian kita kedepan adalah perawatan pesawat itu. Hadir saat peresmian KN Rescue Boat 215, Kapolda Kaltim, Kasdam VI/Mulawarman, Gubernur diwakili asisten I Sekprov Kaltim, Kepala Adpel Balikpapan, GM PT Pelindo IV Cabang Balikpapan dan sejumlah undangan. max
|