HMI-Petugas Nyaris Bentrok AKSI UNJUK RASA DANA BANSOS
2011-05-05 23:53:18
SAMARINDA, Puluhan aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menggelar demo di Balaikota Pemkot Samarinda, Kamis (5/5). Mereka menuntun transparansi akuntabilitas efisiensi Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) oleh Walikota dan Kepala Dinas Pendidikan. Mereka menuntut Kepala Dinas Pendidikan bertanggung jawab penuh atas polemik pendidikan di Kota Samarinda. Para Mahasiswa ini menilai Pemkot Samarinda telah gagal dalam menjalankan sistem pendidikan yang telah diamanatkan oleh pusat sebagai pendidikan di Kota Samarinda. Dalam aksi ini sempat terjadi ketegangan antara petugas Satpol PP beserta Polisi saat sejumlah mahasiswa ingin menerobos petugas yang berjaga. Akhirnya kericuhan tersebut bisa dihindari dan diredam oleh sejumlah Polisi dan para kordinator aksi. Menurut Kordinator Aksi Erik, pencairan yang selama ini terus menunggak sejak dicairkan melalui Pemprov membuat sistem pendidikan yang seharusnya bisa disalurkan menjadi terhambat, sebab pihak sekolah harus memungut biaya melalui Wali muridnya agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Pihaknya menuntut Pemkot agar segera mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) bersumber dari APBD Samarinda yang masih tertunggak sejak 2009. "Pemkot ternyata tak serius dan tak komitmen terhadap pencairan dana Bosda yang sejak 2009 lalu sampai saat ini tertunggak. Untuk nilainya kami perkirakan mencapai Rp50 miliar," kata Erik, Kamis (5/5), saat mengelar aksi di Pemkot samrinda. Dalam aksi tersebut Erik bersama belasan rekanannya juga meminta Pemkot agar memberi kepastian tertulis ke publik terkait realisasi pencairan Bosda. "Hari ini (kemarin) Pemkot kembali menjanjikan dengan upaya untuk pencairan Bosda," ungkapnya. Tak puas jawaban diberikan Pemkot melalui Asisten III Sekda Samarinda H Diwansyah maka belasan mahasiswa melanjutkan demonstrasi di DPRD Samarinda. "Kami akan menyuarakan soal Bosda hingga ada realisasi pencairannya. Kami meminta Pemkot agar bulan ini juga Bosda sudah dikucurkan," ucap Ical. Dalam hal ini para mahasiswa juga meminta kepada Kepala Pendidikan Kota Samarinda Harimurti untuk dicopot dari jabatannya sebab tak mampu lagi memberikan pendidikan yang layak hingga tertunggaknya pencairan dana Bosda tersebut. "Kami meminta kepada Kadisdik untuk dicopot baik dana Bosda cair atau belum," tandasnya. aon
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...