Kuota BBM Berau Harus DitambahA Lee Ang : Sampai Kiamat Tetap Ngantre
2011-05-09 00:10:23
TANJUNG REDEB,Pemilik SPBU Maluang Kecamatan Gunung Tabur, A Lee Ang mengatakan, agar tak terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU, kuota BBM untuk Berau harus ditambah. “Kalau nggak ditambah, sampai kiamat pun antrean tetap terjadi,” ujarnya di depan anggota DPRD Berau, instansi terkait dan tokoh masyarakat, pada saat menghadiri rapat dengar pendapat di gedung DPRD Berau kemarin. Sebab, daerah Berau ini tidak bisa disamakan dengan daerah lain, jumlah kendaraan roda empat yang keluar masuk Berau sangat luar biasa. Dalam satu hari bisa mencapai 300 an unit. Ini kendaraan pribadi dan kendaraan umum saja yang keluar masuk Berau, belum lagi kendaraan yang tujuan antar kecamatan, ditambah lagi kendaraan yang berputar – putar dalam Kota Tanjung Redeb dan sekitarnya. “Terus kendaraan roda dua, nggak tahu sudah berapa ribu unit perhari yang membutuhkan BBM,” ungkapnya. Sementara dalam sebulan BBM yang disuplay dari Pertamina Tarakan ke Berau sekitar 1650 ton. Menurut dia, idealnya Berau disupaly BBM dari Pertamina satu bulan itu kurang lebih 2500 ton. Berarti Berau masih mengalami kekurangan BBM kurang lebih sebanyak 750 ton. Untuk itu dia memberi saran kepada Anggota DPRD berau melayangkan surat ke pusat, untuk meminta kebijakan. Agar kuota BBM Berau ditambah, demi kepentingan masyarakat. Semantara dia sendiri mengentisipasi terjadinya antrean panjang di SPBU nya, membuat beberapa jalur. Jalur untuk pengecer ada tersendiri, untuk kosumen pun juga ada tersendiri. Sehingga warga yang membutuhkan waktu cepat karena ada yang harus dilakukan, tidak perlu ikut mengantri. “Jadi yang benar – benar konsumen dapat kami layani dengan cepat,” katanya. Selain itu, dirinya juga membatasi pengeluaran BBM, khususnya BBM jenis premium. Agar tidak terjadi kelangkaan BBM di SPBU. Dalam sehari target dia 40 ton premium. Nah, nilah cara dia mengantisipasi terjadinya antrean panajng dan kelangkaan BBM di Berau, agar harga di pengecer tidak melambung tinggi seperti sekarang, antara Rp 10 hingga Rp 15 ribu per botol. roz
|