Mangkraknya Terminal Berau Belum Teratasi2011-05-09 00:18:46
TANJUNG REDEB, Miliaran anggaran untuk pembangunan terminal type C di jalan Marsma Iswahyudi Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur seperti sia-sia. Pasalnya, hingga kini keberadaan terminal itu tak lebih sekedar tempat parkir kendaraan dan menjadi bengkel dadakan. Faktanya, masih banyak angkutan penumpang liar melakukan aktifitas di pinggir jalan dan tempat –tempat yang tidak sewajarnya membuat aktifitas diterminal regional Rinding seperti mati. Seperti terlihat 2 buah bis sedang memperbaiki kerusakan mesinnya yang diperbaiki di dalam terminal. Hasan, salah seorang yang tampak disekitar bis tersebut kepada Poskota menyebutkan, tidak pernah parkir di dalam terminal kecuali saat memperbaiki kendaraannya. “Kasihan juga penumpang kalau mau diturunkan di sini, sebab jarang ada taksi yang lewat, jadi kadang langsung kita antar dalam kota saja,” sebutnya. Dari dirinya juga terungkap jika sudah dalam beberapa bulan terakhir, bis penumpang yang melayani rute Berau-Samarinda ternyata sudah tidak beroperasi lagi. Alasannya kalah bersaing dengan taksi gelap. Belum lagi kondisi jalan penghubung yang rusak parah menjadi alasan utama. Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Berau, Fahmi Rizani menyebutkan, masalah tidak optimalnya terminal tersebut bukan karena keengganan untuk menangani masalah tersebut. “Tapi lebih pada tekhnis bagaimana membersihkan akar permasalahan, salah satunya takksi gelap yang jadi saingan bis-bis antar Kabupaten,mereka kini jarang operasi bagaimana tterminal mau ada isinya,” ungkap Fahmi. Sementara itu, kewenangan untuk menertibkan tidak berada pada dinas perhubungan yang berdasarkan pada aturan hukum maupun sanksi sebagai langkah tegas. Fahmi mengakui, keluhan dan masukan bahkan kriitikan pedas terhadap tidak berfungsinya terminal merupakan pekerjaan rumah baginya. Sayangnya, dukungan untuk penuntasan masalah belum tercurah sepenuhnya. Keberadaan bis antar Kabupaten dan kota seperti hilang disapu taksi gelap. Kini operasional bis-bis yang dulu ada kebanyakan lari melayani operasional perusahaan angkutan karyawan saja. Beberapa sopir angkutan resmi mengharakan agar pihak Dinas Perhubungan dan yang terkait supaya menertibkan beberapa angkutan liar yang masih berkeliaran di kota, karena dampaknya akan merugikan bagi angkutan yang resmi. Disamping itu armada angkutan resmi agar . bungkar muat penumpang tidak dipinggir jalan melainkan diterminal, unutk itu dinas terkait dapat melakukan penegakan Perda dan pemanfaatan terminal dapat lebih makismal. Dinas Perhubungan diminta segera mencari solusi tepat untuk menangani permasalahan hingga membuat operasional Terminal di Jalan Marsma Iswahyudi Kelurahan Rinding Kecamatan Teluk Bayur belum berjalan optimal. Anggota DPRD Kabupaten Berau Mukhlis,SH berharap Terminal Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Rinding Kecamatan Teluk Bayur segera dioperasikan guna mengindari infisiensi serta memperkuat pemanfaatan terminal tersebut, disamping mendukung kelancaran arus transportasi dari serta ke Berau. Ia mengaku anggaran dikeluarkan untuk pembangunan tidak sedikit dengan alokasi pembangunan mengunakan berbagai sumber pendapatan, mulai anggaran kabupaten hingga subsidi provinsi. ”Karena itu, wajar saja terminal dimanfaatkan secara maksimal,”ujar Mukhlis. Karena alokasi anggaran pembangunan besar, Mukhlis berharap masalah membelit optimalisasi terminal segera diatasi. Diantara masalah tersebut ulah para taksi gelap. Dampak itu, menurut dia dapat mempengaruhi juga sopir AKDP mencari penumpang, sebagian besar ngetem di terminal AKDP dan sebagian kecil mencari penumpang di terminal lama. Kata dia kendaraan plat hitam yang biasa mengangkut penumpang antar kota dalam provinsi biasa mangkal di terminal lama ini juga cukup besar pengaruhnya. Akibat kondisi itu, Satlantas Polres Berau diminta menertibkan angkutan plat hitam yang tidak mempunyai izin travel agar tidak merugikan yang mengantongi izin travel."Tolong pihak kepolisian tidak segan menindak mereka," tutup Mukhlis. as
|