Pengecer Tetap Ngantre Berulang-ulangSisa BBM Dipertanyakan
2011-05-09 00:19:44
TANJUNG REDEB,Meski pembelian BBM jenis premium di SPBU Sambaliung dibatasi, untuk kendaraan roda dua hanya Rp 20 ribu, dan roda empat Rp 150 ribu, tetapi para penyedot ini tak kehilangan akal, mereka mengantre berulang-ulang. Karena di lapangan, Sabtu dan Minggu (8/5) pagi, tak ada anggota tim yang menjaganya. Fenomena ini mendapat tanggapan dari Sekretaris Komisi III DPRD Berau H Rustam SE. Meurut dia, ini salah satu faktor kelemahan pengawasan di lapangan. Karena dalam sehari saja tidak ditertibkan, penyedot kembali merajalela. Karena itu, kata dia, sebaiknya penertiban ini setiap hari dilakukan, agar tak ada celah bagi penyedot. Namun, sehubungan dengan itu juga, ia juga meminta partisipasi masyarakat untuk perpartisipasi melakukan pengawasan di lapangan. “Kalau di lapangan melihat ada yang ngantre berulang kali, laporkan saja kepada tim khusus yang menangani masalah BBM ini,” ujarnya. Untuk itu ia menyarankan anggota Armed dilibatkan untuk melakukan pengawasan di si sejumlah SPBU. Agar pengawasan di lapangan dapat diperketat dan disiplin. Tetapi ada satu hal yang tak boleh dilupakan, ujar Rustam, bahwa kelangkaan BBM itu juga disebabkan adanya indikasi pendistribusian BBM dari Pertamina Tarakan ke Berau tidak tepat waktu, dan jumlah kuota tidak sama dengan BBM yang didistribusikan di SPBU terkait. “Nggak tahu kencing di jalan atau apalah istilahnya, yang jelas dicurigai ada indikasi seperti itu. Hanya mereka–meraka lah yang tahu,” cetusnya. Selain itu, lanjut politisi partai Demokrat ini, ada indikasi pendistribusian dari SPBU kepada konsumen yang tak wajar. Sebab menuut hitungan dia, jika dalam sehari selama 5 jam 6 dispansher jika menitnya mengeluarkan BBM 20 liter, berarti dalam satu harti mengeluarkan 36 ribu liter. Nah, jika dikalikan 4 hari dengan hitungan 20 jam berturut – turut, maka BBM yang dikeluarkan dari 6 dispansher itu totalnya 144.000 liter. Sementara yang dikirim pertamina 300 KL. Berarti BBM yang tersisa 156.000 liter. “Masak empat hari bensin itu habis. Jadi wajar saja yang 156.000 liter itu dipertanyakan larinya kemana?, “ tanya Rustam. Oleh sebab itu, kalau pendistribusian BBM bersubsidi dari Pertamina disayalurkan dengan baik, begitu juga dari SPBU ke konsumen dengan baik, penyedot dirazia, sangat besar harapan BBM di Berau selalu aman. roz
|