Kedatangan Rita Disambut Upacara Kenyah

2011-05-09  00:26:48

RAUNGAN Heli Kopter dengan kapasitas tiga penumpang mulai sayup-sayup terdengar oleh warga desa Ritan Baru dan Tukung Ritan Kecamatan Tabang, sekitar pukul 12.30 wita.
Ribuan warga yang sejak pagi berkumpul di pinggir lapangan sepak bola Desa Ritan Baru, Senin (2/5) langsung mendekat ke titik pendaratan untuk menyambut kedatangan heli yang membawa Bupati Kukar Rita Widyasari.
Beberapa warga tampak menaruh telapak tangannya didepan mata, sebagian juga hanya memalingkan wajah akibat terpaan angin yang menerbangkan rerumputan akibat hempasan baling-baling heli kopter yang mendarat.
Setelah heli berwarna oranye itu mendarat sempurna lalu baling-balingnya melambat, pintu pun terbuka. Tampak Orang nomor wahid Kukar itu keluar beserta suaminya, disusul Ketua DPRD Kukar H Salehudin.
Ketiganya langsung disalami oleh Camat Tabang Andri Libya Zainudin didampingi tokoh masyarakat dan sejumlah kepala Instansi Pemkab Kukar yang sudah lebih dulu berada di desa yang mayoritas penduduknya Dayak Kenyah itu.
Rita langsung digandeng Kepala Adat Tukung Ritan, Ibau Atoq yang berpakaian ksatria Dayak Kenyah untuk menaiki sebuah gong, prosesi penyambutan pun dimulai.
Tampak Ibau Atoq melafalkan kata-kata dalam bahasa Kenyah, lalu memercikkan air dari dalam bambu hijau sebesar batu baterai ke kepala Rita beserta suami dan H Salehudin.
"Percikan air itu melambangkan pensucian dari segala rintangan dan mara bahaya selama menajalankan tugas sebagai pemimpin," ujar pembawa acara.
Setelah itu, Ibau kemudian memasangkan gelang manik berwarna gelap ke pegelangan tangan kanan Rita sebagai tanda ikatan persaudaraan. Kemudian untaian kalung manik dipasangkan, sebagai lambang kesejukan dan semangat kekeluargaan. Dan yang terakhir Ibau memasangkan Tapung Pek (Topi/seraung) yang melambangkan ketokohan. Hal serupa juga dilakukan kepada suami Rita dan H Salehudin.
"Karena itu siapa pun yang diberiakn tepung pek, berarti dia dianggap sebagai tokoh masyarakat kami," terangnya.
Usai dipasangkan beberapa hiasan khas dayak kenyah itu, Rita turun dari gong, dan langsung bersalaman dengan semua warga yang telah membuat pagar betis disepanjang jalan menuju Lamin Bioq (rumah panjang), diringi dengan petikan lembut dawai Sampeq (alat musik petik khas dayak).
Pengelihatan terasa segar dan damai kala melihat seluruh warga yang menyambut Rita mengenakan pakian adat lengkap khas Dayak Kenyah yang berhiaskan motif khas kenyah yang terbuat dari manik, dan di percantik denga kulit dan taring hewan.
Sungguh pemandangan yang indah melihat ribuan warga asli Dayak Kenyah yang berkulit putih berpakian adat lengkap dengan senyum lebar yang membuat mata mereka hampir tertutup. Momen seperti ini sangat langka  ditemui dan bahkan mungkin tidak ada di kota.
"Terimaksih atas sambutannya. Desa ini sangat eksotis, budayanya masih dijunjung tinggi warga, mari sama-sam kita jaga budaya ini agar tak terkikis perkembangan zaman," ujar Rita saat berada di Lamin Bioq untuk melantik Kades Umaq Tukung.  (hmp03)

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...