Rita Buka Pesta Adat Mecaq Undat2011-05-09 00:28:49
PANEN merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Apalagi yang ditanam petani itu adalah tumbuhan yang menghasilkan makanan pokok yaitu Padi. Jika musim panen tiba, apalagi hasilnya sesuai harapan tentu saja Petani tersebut merasa gembira dan bersyukur dengan hasil yang dicapainya. Ungkapan rasa syukur dan gembira tersebut, di Indonesia yang terdiri beragam suku, adat dan budaya kerap dituangkan dalam pesta adat. Diantaranya yaitu pesta adat Mecaq Undat, yang dilakukan oleh suku Dayak Kenyah Lepoq Tukung Desa Ritan Baru dan Tukung Ritan Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (3/5) lalu. Secara harfiah Mecaq Undat adalah bahasa Dayak Kenyah yang berarti menumbuk beras sehingga menjadi tepung. Secara umum Mecaq Undat bisa diartikan pesta panen. Yang membuat unik, Mecak Undat itu menggunakan peralatan berupa lesung terbuat dari kayu dengan panjang 36 meter sehingga menyerupai perahu, yang kedua ujung lesung dihiasi ornamen ukiran dayak. Sedangkan yang menembuknya adalah para wanita setempat yang berpakian adat dan masing-masing memegang alu-alu (alat penumbuk dari kayu), yang berdiri berjejer rapat dari ujung keujung lesung dikedua sisinya. Sehingga nyaris tak ada celah, karena posisi mereka berbaris rapi dan sangat rapat sehingga jumlah mereka hampir seratus orang. Mecak Undat itu dilakukan di rumah panjang yang terbuat dari kayu ulin yang dipenuhi ukiran khas Dayak, suku Dayak menyebut rumah itu Lamin Bioq. Bupati Kukar Rita Widyasari yang hadir pada upacara itu didaulat untuk membuka acara Mecaq Undat dengan ditandai pemukulan gong. Acara pun dimulai, Rita juga ikut ambil bagian menumbuk. Dengan mengikuti irama gong yang dimainkan dua orang pria, menumbuk beras itu dilakukan secara bergantain oleh para penumbuk disisi kiri kanan lesung. Makin lama gong pun ditabuh semakin cepat, makin cepat juga para wanita menumbuk beras. Beras yang sudah halus kemudian diambil para wanita lainnya yang siap dengan ayakan yang terbuat dari anyaman bambu. Dalam bahasa Dayak Kenyah ayakan itu disebut dengan Ko, apabila kegiatan mengayak disebut Ma Ko. Ma Ko pun dilakukan, tepung beras halus pun dihasilkan dan langsung diisi kedalam bambu kecil berukuran 50 cm dan langsung dibakar. Ya, memang mirip Lemang, namun isinya tepung beras, mereka menyebut makanan ini dengan Undat Ao. Undat Ao yang sudah matang tersebut langsung dibagikan merata kepada ratusan warga yang memadati Lamin Bioq Ritan Baru tersebut. Ketua panitia acara itu, Ramli Lahat mengatakan acara Mecaq Undat itu juga bertujuan sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan mereka kemakmuran dengan hasil panen. “Selain itu Mecaq Undat juga bermakna kebersamaan dan gotong royong, karena dalam acara ini semua orang satu kampung berbaur dan bersama-sama demi terselenggaranya pesta ini,” paparnya. Acara Mecaq Undat itu dihadiri Ketua DPRD Kukar H Salehudin, Asisten I Setkab KUkar H Cahiril Anwar, sejumlah kepala instansi dilingkungan Pemkab Kukar, serta pimpinan Perusahaan yang beroperasi di Tabang.(hmp03)
|