Peserta Kukar Dilatih Pelatih Nasional2011-05-10 22:51:25
TENGGARONG, Upaya menjadi yang terbaik di ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Kaltim, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an Kutai Kartanegara mendatangkan pelatih nasional bagi peserta saat mengikuti Training Center (TC). Prestasi kafilah Kukar pada MTQ tingkat Provinsi di Bulungan tahun 2006 adalah peringkat III, MTQ di Berau tahun 2007 peringkat III, di Pasir tahun 2008 peringkat IV, di Bontang tahun 2009 peringkat VI dan pada MTQ di Samarinda tahun 2010 berada di peringkat V. Untuk itu, pada MTQ tingkat provinsi tahun ini, Kukar akan berupaya menjadi yang terbaik atau setidaknya lebih meningkatkan lagi prestasi yang pernah diraih. Pada acara pelepasan kafilah MTQ Kukar, Jumat (6/5) malam lalu, Ketua Umum LPTQ Kukar, Bahrul dalam laporannya yang disampaiakan Ketua I LPTQ, Djamaluddin HD mengatakan, peserta yang mewakili Kukar pada MTQ ke-33 tingkat Provinsi Kaltim yang dilaksanakan di Balikpapan adalah pilihan dari hasil seleksi LPTQ Kukar dan juara peringkat I di MTQ ke-33 tingkat Kabupaten Kukar di Kecamatan Samboja beberapa waktu yang lalu. Djamaluddin menyampaikan, sebelum diberangkatkan, peserta terlebih dahulu mengikuti pemusatan latihan atau training center (TC) bagi para murattil, muratillah, qari-qariah, hafizh-hafidzah, mufassir-mufassirah, khaththath-khaththah, syahril qur'an, fahmil qur'an dan menulis kandungan Al-Qur'an. TC itu sendiri diselenggarakan oleh LPTQ Kukar selama sepekan, dengan menghadirkan pelatih nasional, H Abdurrahman dari Jakarta, KH Agusty Samad BA dari LPTQ Kaltim dan para pelatih LPTQ Kukar. Dihadapan Sekkab Haryanto Bachroel dan sejumlah undangan lainnya, Djamaluddin HD yang juga Kepala Kantor Kemenag Kukar ini melaporkan, jumlah keseluruhan kafilah Kukar pada MTQ tingkat provinsi kali ini sebanyak 86 orang, terdiri dari 41 peserta dan selebihnya adalah pelatih, pendamping, peserta pawai ta'aruf dan peserta pameran. Hal yang juga perlu diketahui, pada saat acara pembukaan dan penutupan, kafilah Kukar akan mengenakan pakaian adat Kutai (miskat), untuk menunjukan Kukar tetap melestarikan adat budaya melalui pakaian adat. yd
|