Pesawat Merpati Batal Terbang PerdanaManajemen Bantah Terkait Kecelakaan di Kaimana
2011-05-10 23:25:32
BALIKPAPAN, Masyarakat mempertanyakan rencana pihak Merpati Nusatnara Airlines (MNA) Balikpapan yang akan mengoperasikan pesawat jenis MA-60 berkapasitas 54 seat yang akhirnya gagal terbang ke Palu, Sulawesi Tengah. Padahal sejumlah penumpang sudah membeli tiket di Bandara Sepinggan, Balikpapan, sedangkan dari pihak MNA belum memberikan penjelasan resmi terkait batalnya penerbangan dimaksud. Belum diketahui, apakah pembatalan terbang MNA ke Palu karena ada pesawat yang sama mengalami musibah dan jatuh di sekitar bandara Kaiman, Papua Barat, Sabtu (7/5) lalu, namun yang pasti penerbangan ke Palu belum bisa dilaksanakan dan para penumpang ingin tahu permasalahannya, ujar salah seorang staf MNA, kemarin. Namunm informasi yang diterima media ini di kantor MNA jln. Sudirman kemarin mengatakan kalau pembatalan itu lantaran musibah yang menimpah pesawat MNA MA-60, jenis pesawat yang sama yang akan terbang dari Balikpapan ke Palu, kasus kecelakaan pesawat jenis MA-60 milik MNA itu jatuh mengakibatkan sebanyak 27 korban meninggal dunia termasuk creew pesawat. Maklum, jenis pesawat yang mengalami kecelakaan sama persis dengan yang hendak diterbangkan ke Palu. Kapasitas angkutnya untuk 54 penumpang. Padahal penjualan tiket untuk penerbangan tersebut sudah dibuka sejak Rabu (4/5). Soal itu, District Manager (DM) Merpati Nusantara Airlines, Joko Sulistiono, buru-buru membantahnya. “Untuk sementara dibatalkan, tapi itu bukan karena kasus kecelakaan, karena pembatalan atau penundaan ini sudah kami lakukan sejak Jumat (6/5) lalu,” tegasnya saat dihubungi melalui teleponselulernya, Minggu (8/5). Ia menerangkan, pembatalan tersebut terjadi lantaran izin terbang ke Palu oleh Kementrian Perhubungan belum turun. “Kebetulan ada kejadian ini. Saya memang belum sempat menginformasikan ke teman-teman media karena saya juga baru pulang dinas,” ungkap pria berkacamata ini. Sayangnya, Merpati melakukan penjualan ditengah izin terbang yang belum turun. Tentu hal ini akan menimbulkan kerugian calon penumpang khususnya yang sudah melakukan pembelian. “Tiket memang sudah dijual tapi belum laku. Penjualan itu (bersifat) pemesanan untuk penerbangan 9 Mei,” urainya dengan nada menenangkan. Ditanya kapan, pesawatnya resmi diterbangkan, dia menjawab masih menunggu instruksi berikutnya.
|