Pembunuh Mujiati Memang Berniat Merampok2011-05-10 23:47:01
BALIKPAPAN, Tim Reskrim gabungan Polres Balikpapan dan Polres Mamasa Sulawesi Barat berhasil membekuk pembunuh Mujiati (45) pemilik rumah esek-esek di Manggarsari, Balikpapan Timur. Sebelumnya dua pembunuh menghilangkan jejak selama seminggu lari ke Mamasa, Kabupaten Mamuju. Namun Anton alias Aco (31) dan Evayanti (26) tidak bisa bertahan lama karena pelarian mereka sudah diendus Tim Reskrim Polresta Balikpapan. Anton, warga Jl. RE Martadinata RT. 11 Desa Lok Tuan, Kecamatan Bontang, juga masih mengantongi KTP lain dengan alamat Jl. 21 Januari Kelurahan Baru, Balikpapan Barat, sedangkan Eviyanti warga Makassar dan sebelumnya menjadi orang dalam Mucikari Mujiati beberapa bulan lamanya. Anton dan Eviyanti ternyata pasangan nikah siri, keduanya diciduk empat anggota polisi yang memburunya saat sedang berduaan di rumah kerabat Anton di Kota Mamasa Sulawesi Barat pada Rabu (25/5) malam sekira pukul 21.30 Wita. Kemudian pasangan pembunuh ini diterbangkan ke Balikpapan tempat terjadinya kasus pembunuhan dan perampokan. Pria yang sebelumnya disebut-sebut oleh sejumlah saksi mengenakan helm silver putih keluar masuk kamar Mujiati pada saat kejadian itu adalah Anton, bukti dan fakta-faktanya dapat dipertanggung-jawabkan sehingga pelaku pembunuhan Anton tidak bisa berkutik setelah dikonfirmasikan dengan sejumlah saksi. ‘’Kami juga amankan helm yang ia kenakan sebagai barang bukti, memang dua kali pelaku masuk ke rumah korban mengenakan helm warna silver putih merek Maz. Pada hari pertama ia memantau lokasi, hari keduanya barulah ia beraksi dengan cara menawarkan tidur bersama kepada pemilik Manggarsari itu, namun oleh Mujiati ditolak sehingga terjadi tindak kekerasan,’’ terang Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono didampingi Kasatreskrim AKP Gendut Supriyanto, kemarin. Kepada petugas Anton membeberkan, ia sengaja mengincar harta benda korban dan kekayaan milik Mujiati. Diketahui, Anton dari Evayanti sempat tinggal dipenginapan Mujiati, niat membunuh baru terlaksana pada hari kedua, pelaku memereteli seluruh barang berharga berupa emas yang dipakai korban karena Anton dan Evayanti kesulitan keuangan untuk pulang kampung ke Mamasa. Diceritakan, pada Minggu (17/4) malam pelaku mengunjungi wisma milik Mujiati untuk mengetahui kondisi di dalam wisma, sedangkan Evayanti menunggu di motor bebek Mio tak jauh dari lokasi wisma. Pembunuhan baru terlaksana Senin (18/4) sekira pukul 12.00 Wita, pelaku bertemu korban dan mengajak masuk kamar untuk mendapatkan pelayanan seks. Saat berada dalam kamar, pelaku membekap korban dengan tangan namun korban melakukan perlawanan, tangan pelaku digigit sampai akhirnya pelaku mencekik dan membenturkan kepala korban ke lantai berulang kali. Perkelahian keduanya tak terdengar diluar mengingat suara dentuman musik cukup keras dari luar kamar. Barang-barang yang berhasil dipreteli dan dibawa kabur terdiri dari Handphone (Hp), semua perhiasan emas korban dan mebawa lari uang tunai Rp 950 ribu. "Saat Anton memereteli barang-barang mas milik korban, konon korban masih bernafas kemudian kedua tangannya diikat menggunakan lakban, posisinya telungkup kepala di bawah kolong kasur kaki diluar,” jelas Gendut. Setelah berhasil mendapatkan uang dan perhiasan korban, selama dua hari kedua pembunuh ini bersembunyi di dua tempat berbeda Sepinggan dan Kampung Baru, pada Rabu (20/4) sekira pukul 17.00 Wita keduanya kabur meninggalkan Balikpapan menggunakan kapal Feri tujuan Mamuju melalui pelabuhan Kampung Baru Balikpapan Barat. max
|