DPRD Bulungan Sikapi Kelangkaan BBM2011-05-10 23:53:26
TANJUNG SELOR, Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Bulungan kini menjadi perhatian khusus anggota DPRD Bulungan. Langkah pemanggilan kepada pihak PT Beringin selaku pengelola SPBU di Tanjung Selor bersama instansi terkait seperti Dinas Pertambangan dan Energi, Satpol PP, Disperindagkop beserta instansi terkait lainnya pun akan segera dilakukan DPRD Bulungan. Wakil ketua Komisi I, Ryanto yang di temui Poskota Kaltim di ruang kerjanya Selasa (10/5) mengatakan, kini komisi satu telah melayangkan surat pemanggilan kepada pihak terkait guna mempertanyakan sejauh mana jumlah stok dan pendistribusian BBM di Kabupaten Bulungan. “Kelangkaan BBM di kabupaten Bulungan kini menjadi perhatian serius DPRD Bulungan sebab kelangkaan yang terjadi seperti sekarang ini selain telah menjadi kekhawatiran masyarakat. Kondisi ini juga bisa mengganggu roda perekonomian masyarakat Kabupaten Bulungan, untuk itu kami dengan segera akan memanggil instansi terkait yang rencananya akan kita laksanakan besok (11/5),” jelas Ryanto. Ryanto menambahkan selain melakukan dengar pendapat dengan pihak terkait,Dewan Bulungan akan segera melakukan konsultasi ke pihak pertamina Tarakan dan Balikpapan untukmengetahui lebih jelas tentang pendistribusian BBM ke Bulungan terutama untuk mengecek kebenaran laporan dari pihak SPBU kepada anggota Dewan yang melakukan sidak beberapa waktu lalu. “Jawaban dari pihak pengelola SPBU pada waktu kita sidak beberapa waktu lalu tidak bisa kita percayai begitu saja sebab kondisi yang ada sekarang ini sudah sangat riskan dan dalam waktu dekat ini kami akan segera mempertanyakan langsung kepada Pertamina apa yang menjadi penyebab kelangkaan BBM di Bulungan,” tegas Ryanto. Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bulungan, Markus Juk kepada Poskota Kaltim mengungkapkan hal senada, untuk memanggil dan mempertanyakan kepihak PT Beringin selaku pemegang ijin tunggal BBM di Kabupaten Bulungan sejauh mana pendistribusian BBM ke masyarakat yang saat ini di nilai tidak terdistribusi dengan baik. “DPRD Bulungan menginginkan transparansi pihak PT Beringin kepada masyarakat Bulungan terkait distribusi serta stok BBM yang mereka miliki agar masalah ini tidak terus terjadi, sehingga roda perekonomian masyarakat di Bulungan tidak terganggu. Salah satu contoh nyata penyebab dari kelangkaan BBM tersebut adalah sangat berdampak pada para supir taksi, sebab waktu dia seharian akan habis hanya untuk mengantri BBM sehingga kini banyak supir taksi yang tidak mendapatkan penumpang. Lantas bagaimana dengan masyarakat yang membutuhkan jasa angkutan, kan pasti terganggu juga,” jelas Markus Juk. Markus Juk menjelaskan rencana pemanggilan merupakan tindak lanjut dari adanya keluhan dari masyarakat terutama dampak yang di akibatkan dari terjadinya kelangkaan BBM tersebut sudah mengakibatkan banyaknya aktifitas masyarakat di Bulungan kini mulai terganggu sehingga kondisi tersebut bisa mengakibatkan konflik. “Terkait dengan adanya minat investor lain yang ingin berinvestasi di Bulungan dengan mendirikan SPBU lainnya kita dari DPRD Bulungan sangat mendukung, sebab jujur kami katakan bahwa kita juga tidak setuju jika dalam bisnis ini terjadi monopoli sebab masalah ini menyangkut kepentingan masyarakat yang ada di kabupaten Bulungan,” tegas Markus Juk. vic
|