Targetkan Perengat Jadi Kampung Karet

2011-05-10  23:54:44

TANJUNG REDEB,Meski kalah pamor dengan budidaya perkebunan kelapa Sawit, namun hasil getah karet seakan melekat pada benak warga kampug Perengat Kecamatan Sambaliung. Tak heran jika ternyata hampir 80 persen warga Perengat membudidayakan tanaman karet. Entah merasa cocok atau memang tertarik dibandingkan tanaman sawit jumlah pebukaan lahan perkebunan karet warga terus bertambah.
Indikator itu dapat dilihat dari pembibitan yang dilakukan secara besar-besaran  dan dapat dijumpai dijalan poros transmigrasi Tanjung Perengat. Supriadi (45) yang disebut-sebut sebagai salah satu pelopor kelompok tani karet mengatakan mudahnya membudidayakan tanaman ini mmenjadi salah satu alasan ketertarikannya. “Sebab biaya operasional penanamannya tidak terlalu mahal, bisa jadi tanaman tumpang sari dan lebih penting lagi harga jual karet yang sangat menjanjikan,” terangnya.
Diakuinya perkembangan tanaman karet sangat membantu meningkatkan taraf kesejahteraan warga kelak melihat potensi yang dimiliki karet sangat potensial dan memiliki nilai jual tinggi. Hal itu juga didasari pada pengalaman yang dialami beberapa contoh pengembang karet didaerah lain yang sudah berhasil. Terlebih lagi tanaman ini tidak terlalu cerewet dalam urusan tekstur tanah.
Dalam menyiasati tuntutan “kampung tengah” warga menerapkan pola tumpang sari pada lahan tanamannya. Hal itu juga dinilai memiliki dampak positif pada tanaman karet yakni ikut terserapnya pupuk yang diberikan terhadap tanaman palawija oleh tanaman karet yang menjadikannya lebih cepat besar. Awalnya mulai tahun 2007 lalu,tanaman karet menjadi salah program dari Pemerintah Daerah Berau dengan memberikan bantuan bibit yang didatangkan dari pulau Jawa.
Saat ini luasan karet diperkirakan mencapai kurang lebih 100 hektar dan terus bertambah seiring minat warga setempat yang ikut menanam juga perluasan lahan tanaman.Selain menanam, Supriadi juga turut  menjadi pengembang pembibitan karet.   Dia menceritakan awal bagimana sebelum menanam karet lebih dulu menanamkan ketertarikan warga terhadap usaha budidaya tanaman karet. Selain itu juga mengajak untuk mengembangkan pembibitan menjadi salah satu peluang usaha.
Tingkat capaian pembibitan saat ini sudah cukup dan terus meningkat. Minat warga Perengat menurutnya sangat tinggi bahkan kadang tak jarang ada warga yang mengganti tanaman buahnya dengan tanaman karet. Adapun bibit karet yang dikembangkan adalah bibit hasil okulasi bibit unggul. “Karet yang dulu dibagikan pemerintah sebagai bantuan itu merupakan modal untuk mengembangkan lebih banyak lagi bibit karet dengan sistem okulasi, sebab yang diberikan dulu benar-benar bibit unggul tinggal kita kembangkan lagi dengann okulasi dari tunas karet yang sudah jadi,” paparnya.
Mengembangkan sayap usaha bagi kelompok tani setempat,warga sekitar terus dibina dalam pengetahuan tekhnik okulasi yang benar serta cara penanaman. Melirik pada usaha pembibitan menurutnya merupakan sebuah potensi tersendiri mengingat animo masyarakat terhadap tanaman ini. Usaha itu juga dirintis dari awal dengan dasar pertimbangan mempermudah warga lain untuk mendapatkan bibit.
Terlebih melihat kampung Perengat yang banyak terdapat kelompok tani karet menjadi salah satu support Supriadi untuk membuka peluang usaha tersebut. Apalagi usaha budidaya perkebunanan tanaman karet dan pembibitan juga ditunjang oleh partisipasi perusahaan batubara terbesar di Berau yakni PT Berau Coal (BC).  Sebagai salah satu daerah dampingan perusahaan yang didukung BC kini tanaman karet menjadi usaha buudidaya khas Kampung Perengat.
Warga yang berminat mengembangkan usaha pembibitan dibina dan diajarkan tekhnik pembibitan okulasi karet. Sejumlah pemuda yang pengangguran oleh Supriadi direkrut. Awalnya diakui tidak mudah untuk meyakinkan warga mengikuti jejaknya. “Butuh proses panjang dan kesabaran untuk membuktikan dan meyakinkan warga akan usaha pembibitan ini,”sebutnya.
Secara bertahap jejak supriadi diikuti warga lainnya dan kini sudah mulai menunjukan keberhasilan yang memuaskan. Selain keuntungan bagi pengusaha pembibitan usaha ii juga memberikan kemudahan bagi kelompok tani maupun perorangan yang berniat menananm karet.
Terkait masalah keunggulan bibit yang dihasilkan, meski tanpa sertifikasi Ia mengatakan bibit itu dijamin kualitasnya dan ketahanan produknya mampu mencapai 40 tahun. Selain itu keunggulan lain dipastikan tanaman yang berumur  6-7 tahun sudah mampu menghasilkan secara maksimal, ditambah kualitas dan kuantitas getah yang dihasilkan dijamin berkelas.  “Ini menjadi target kami untuk menjadikan Perengat sebagai daerah penghasil karet atau bisa dibilang kampung karet,” tandasnya. as

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...