Pasar Teluk Bayur Terkendala Listrik2011-05-10 23:56:08
TANJUNG REDEB, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, HM Bayu menjelaskan, belum dioperasikannya pasar Teluk Bayur karena terkendala masalah listrik. PT PLN cabang Berau pun sampai saat ini belum bisa memberikan aliran listrik, lantaran belum ada jaminan instalator. Dijelaskanya, pengundian petak pedagang sudah dilakukan, tercatat 113 orang pedagang yang siap menempati petak dan 4 rumah toko (ruko) yang ada di pasar tersebut. Tapi untuk sementara pasar itu belum dapat dioperasikan, karena belum teraliri listrik untuk penerangan. Listrik yang dibutuhkan ntk pasar Teluk tersebut 10 ribu KW. Tapi untuk tahab awal nanti pemasangan 5500 KW, untuk sisanya menyusul. Kata dia, jaminan uang tunai kepada PLN sudah dibayar, yakni Rp 4 jutaan. Demikian pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pun sudah dihubungi. “Hanya saja saat ini pihak kontraktornya tidak ada di Berau, karena sedang umroh,” ujarnya. Sehingga instalatir belum dapat terpasang. Sementara, pihak PLN sendiri meminta jaminan instalatir harus terpasang. Jadi mau tidak mau pengoperasian pasar Teluk Bayur itu menunggu kedatangan pihak kontraktor sepulang dari umroh. Untuk sementara waktu dirinya tidak berani menargetkan kapan pasar yang baru dibangun itu dapat dioperasikan. Tetapi dirinya berjanji secepatnya akan dioperasikan, jika fasilitas listrik sudah terpenuhi. Pendapat dia, rasanya tidak pas kalau pasar itu malam hari tidak dilengkapi penerangan lampu. Selain dapat menimbulkan hal – hal yang tidak diinginkan, juga dapat mengganggu aktifitas para pedagang yang melakukan bongkar muat dimalam hari, maupun pada saat melakukan transaksi dipagi buta. Oleh sebab itu ia mengimbau kepada para pedagang dan masyarakat teluk Bayur agar bersabar menunggu operasinya pasar terebut. Sebab menunggu pemasangan listrik ini bagian dari pada proses pengoperasian pasar tersebut. Dirinya memahami, jika pasar itu kebutuhan masyarakat, karena di situlah sebagai salah satu tempat melengkapi kebutuhan, dan pertumbuhan perekonopmian kerakyatan. “ Ya kita imbau sabar saja dulu lah. Karena saat ini kami sedang mengupayakan, agar pasar itu segera beroperasi,” ujarnya. roz
|