Jual Diatas HET dan Lihat Penimbun Laporkan2011-05-10 23:56:48
TANJUNG REDEB, Untuk mengantisipasi kelangkaan BBM jenis premium di Kabupaten Berau, Wakil Bupati (Wabup) Berau, H Ahmad Rifai mengimbau kepada masyarakat agar turut berpartisipasi mengendalikan. Jika ada pengecer yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 6 ribu per liter, atau melihat seseorang menimbun BBM segera melaporkan kepada tim khusus. “ Kami jamin, nama si pelapor kami rahasiakan. Bila perlu langsung hubungi saya melalui nomor ini 0811594704. Insya Allah langsung kami tindak lanjuti laporannya,” tegas Wabup. Jika diketahui menjual di atas Rp 6 ribu di lapangan, tim ini akan memerintahkan pengecer yang bersangkutan Rp 6 ribu per liter kepada masyarakat. Selain itu tim ini akan melakukan penggeledahan dalam rumah yang bersangkutan. Jika dalam penggeledahan masih ditemuan lagi, pengecer yang bersangkutan kembali diperintahkan menjualnya Rp 6 ribu. Secara tegas dia juga mengatakan, tidak ada alasan bagi pengecer yang menjual di atas Rp 6 ribu lantaran harga belinya per jerigen (20 liter) sudah mahal, antara Rp 190 ribu hingga Rp 200 ribu. Sehubungan dengan itu, Wabup juga mengimbau kepada warga yang melapor, agar memberi alamat yang jelas dan informasi yang akurat. Agar ketika tim ini turun ke lapangan tepat sasaran dan membuahkan hasil yang maksimal. Menurut Wabup, semua ini bagian upaya keseriusan tim khusus yang dipimpinnya, untuk menindak tegas para penimbun BBM. Menurut dia, ada beberapa hal yang membuat tim khusus ini greget memberantas oknum penimbun BBM. Yang pertama sudah jelas merugikan banyak konsumen, karena mengakibatkan kelangkaan BBM. Tapi yang paling fatal adalah, penimbunan BBM itu dapat menyebabkan kebakaran besar. Sebab, bisa jadi salah satu keluarganya ceroboh atau lalai menyalakan api berdekatan tempat penimbunan BBM. Akibatnya, sambung Wabup, yang merasa rugi tidak hanya pemilik rumah, tetapi juga tetangga terdekat. Karena bisa dipastikan rumah tetangganya itu ikut terbakar. “ Nah, kalau sudah begitu berapa lagi kerugian yang harus ditanggung, syukur – syukur kalau tidak memakan korban. Kalau sampai makan korban kan lebih fatal lagi,” ungkapnya. Tim yang terdiri diantaranya dari dinas terkait, Satpol PP, Polisi Militer, anggota Kodim 0902 tersebut sudah mengetahui, bahwa saat ini tidak ada pengecer karena unsur kesengajaan ditimbun oleh penyedot BBM. Selain itu tim khusus ini juga sudah mengendus adanya modus baru dalam sistem penjualan BBM ini, yakni melalui pemesanan per jerigen Rp 200 ribu. Semua sudah masuk dalam daftar target operasi, tinggal menunggu taming yang tepat saja, sembari tim ini melakukan penelusuran. Paparnya. roz
|