PLN Siap Distribusikan Aliran Listrik IPA PDAM PrapatanPDAM Harus Sediakan Jenset Cadangan
2011-05-12 00:04:01
BALIKPAPAN, Harapan warga Prapatan Dalam Kelurahan Telaga Sari Kecamatan Balikpapan Selatan untuk segera dapat merasakan distribusi air dari PDAM secara normal akan segera terwujud. Hal ini sudah terbukti dengan dengan di bangunya Instalasi Pengelola Air (IPA) dan mendapatkan aliran listrik PLN yang terletak di RT 48, dan semuanya sudah mencapai tahap penyelesaian. Setelah IPA Prapatan Dalam beroperasi, masyarakat Prapatan Dalam dan wilayah sekitarnya, akan menikmati aliran air PDAM secara normal, dan nantinya warga tidak perlu bangun larut malam lagi, untuk menunggu aliran air PDAM seperti saat ini dan sebelumnya. Manager PLN Cabang Kota Balikpapan, Ismail DEU, saat ditemui Poskota Kaltim di ruang kerjanya Rabu (11/5) mengatakan akan segera mendistribusika aliran listrik PLN ke IPA PDAM Prapatan dalam di samping itu kami berharap kepada PDAM untuk tidak tergantung kepada PLN, karena PLN sendiri dayanya terbatas. Jadi jangan sampai PDAM menyampaikan dipublik, bahwa PDAM tidak bisa mengalirkan karena PLN. Sumber energy listrik itu sebenarnya masih banyak tidak hanya dari PLN. PDAM seharusnya bisa menyediakan aliran listrik melalui jenset jadi tidak bisaberalasan bahwa PDAM tidak bisa mengalirkan karena PLN. "PLN kan dayanya terbatas yang kita harus listriki masyarkat segitu banyak, jadi kita sebenarnya sama-sama pelayanan pablik, namun yang untuk di IPA PDAM Prapatan itu sampai saat ini sudah kami proses dan kami keluarkan izinnya Cuma untuk di beban puncak PDAM tetap untuk tidak menggunakan aliran listrik PLN mulai jam 17.00 sampai 22.00. Kalau dipaksakan masyarakat yang akan kami padamkan listriknya,” ungkapnya. “PDAM seharusnya bisa langsung mengoprasikan peralatanya kalau PDAM punya jenset, bukan PLN yang di salahkan karena PLN ini tidak hanya melistriki PDAM saja, kita lebih mengutamakan masyarakat, daftar tunggu PLN saja saat ini sekitar 18 ribu, itu daftar tunggu perumahan bukan termasuk IPA PDAM," lanjut dia. Maka dari itu menurutnya, PDAM seharusnya tidak tergantung kepada PLN namun PLN tidak menutup mata, pihaknya tetap akan memberikan aliran listrik ke IPA PDAM, tetapi yang kami listriki itu di saat waktu daya mampu kami cukup di luar saat beban puncak tadi dari, tetapi saat pukul 17.00 hingga 22.00. itu pemakain masyarakat tinggi pada saat itu kami meminta untuk keluar system atau tidak menggunakan aliran listrik PLN. Sekarang kami sudah keluarkan izin prinsit dari izin prinsit itu PDAM sudah bisa menyiapkan seluruh peralatan kelistrikanya termasuk kelayakan operasi dan untuk serah terima operasinya ke PLN, kemudian mereka tinggal melakukan pembayaran biaya penyambungan ke PLN. Kalau mereka sudah siapkan semuanya administrasi, serah terima operasi, surat layak operasi dan pembayaran sudah selesai semua insya allah di dalam tahun ini kami akan segera mengalirkan aliran listrik ke IPA PDAM Prapatan,”tambahnya. Harapan kami kepada pihak PDAM agar menyediakan jenset-jenset sebagai back up karena sumber utama listrik tidak bisa tergantung kepada PLN saja. Untuk kondisi saat ini kami masih sangat pas-pasan dan prioritas PLN terutama untuk masyarakat kami mampu melistriki daya seperti itu di luar beban puncak, dan pada saat beban puncak kebutuhan masyarakat tidak bisa kami kurangi. "Kalau kami harus melayani PDAM kosekuensinya ada masyarakat yang kami padamkan tinggal pilih saja, mau kita padamkan masyarakat atau kita padamkan PDAM," ujar Ismail. Kami, lanjut Islaim, berharap supaya ini dapat berkordinasi dengan baik, tidak bisa langsung menvonis PDAM tidak bisa operasi karena belum ada aliran listrik PLN, karena menurut dia, sumber listrik masih banyak kenapa harus PLN. Menurutnya, kalau menggunakan PLN lebih murah, apakah ruginya PDAM harus ditanggung PLN kan tidak. PLN memproduksi listrik sampai dengan saat ini itu Rp1878 per KWH. Sementara yang di bayar oleh mereka hanya Rp.700 rugi PLN, apakah PLN harus tanggung ruginya orang kan tidak. Cuma kita prinsipnya harus melistriki semua, itu sudah menjadi tanggung jawab PLN untuk melistriki masyarakat. Walaupun dengan kondisi terbatas PLN tetap berupaya akan melistriki semuanya itu namun di harapkan kepada perusahaan yang cukup besar juga mengerti kondisi ini,”pungkasnya. (*mid)
|