Penjual Bensin Eceran Dirazia2011-05-12 00:08:16
TANJUNG REDEB, Tindak lanjut penanganan masalah BBM di Berau, Rabu (11/5), tim penanganan yang sudah terbentuk khusus untuk penanganan mulai melakukan razia penjual bensin eceran. Target utama yakni penimbun BBM, disamping penjual eceran yang menjual diatas harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan yakni Rp 6000. Koordinator tim dari bagian Ekonomi dan Koperindag ditunjang Polisi Militer (PM), Polisi, anggota dari Kodim 0902, Satpol PP menyisir seluruh jalan dalam kota, terutama jalan-jalan yang biasa banyak terlihat pengecer. Sayangnya, hasil yang didapat kurang memuaskan. Wakil Bupati Berau, Ahmad Rifai yang turun memimpin razia mengaku heran dengan sepinya penjual bensin eceran saat razia. “Ini pasti bocor, sebab baru saja saya lewat jalan ini masih banyak penjual di pinggir jalan, kok tiba-tiba razia langsung lenyap semua,” ungkapnya saat ditemui di Jalan Merah Delima Tanjung Redeb. Namun hal itu menurutnya bukan masalah. Sebab instruksi yang diberikan adalah laksanakan razia rutin setiap saat diwaktu-waktu tertentu. Wabup menekankan agar giar itu terus dilaksanakan tidak hanya saat ini namun seterusnya hingga masalah kellangkaan BBM Berau selesai. Kasubag Industri dan Perdagangan Bagian Ekonomi Pemkab Berau, Bustan SE,Msi kepada wartawan mengatakan, target awal adalah penertiban. “Yang kita temukan jual eceran langsung kita minta habiskan dengan menjual sesuai HET Rp 6000 rupiah, ini sebagai langkah persuasif,” ujarnya. Dalam razia itu juga langsung dilakukan lanjutan sosialisasi HET kepada penjual dan masyarakat. Sebab, kedepan langkah tegas akan segera diambil kepada penjual eceran yang masih bandel. Salah satu penjual yang kedapatan tim saat razia harus merelakan bensin ecerannya dijual dengan harga Rp 6000. Pengendara roda 2 yang kebetulan melintas mengetahui hal itu langsung rebutan. “Kapan lagi dapat bensin eceran murah, sebab saat ini selain suusah dicari harganya juga gila-gilaan, masa saya pernah beli sampai Rp 20 ribu seliter,”ungkap salah seorang pengendara. Tim yang bergerak itu langsung mendatangi tempat-tempat yang sebelumnya sudah dipantau dan dipastikan menyimpan bensin. Namun rata-rata tidak ditemukan barang bukti dari target-target itu. Kepala Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Pedagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, Ayub Pangadongan menyebutkan razia akan terus dilakukan dengan lebih cerdik lagi. “Akan kita pantau terus ada yang memata-matai terlebih dahulu, setelah ada kedapatan langsung amankan ditempat sambil menunggu petugas lainnya, sebab mereka juga kelihatannya main kucing-kucingan,” jelasnya. as
|