Perlu Diperhatikan dan Ditindak Lanjuti

2011-05-12  00:08:58

TANJUNG REDEB, Untuk mengantisipasi masalah krisis BBM, khususnya BBM jenis premium di Berau, menurut Kurniadi SH anggota Komisi I DPRD Berau  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan perlu ditindak lanjuti.
Yang pertama, berapa jatah BBM dari Pertamina yang masuk dalam SPBU hari itu juga. Kemudian catat argo yang ada di disphanser, berapa ton dalam sehari SPBU tersebut mendistribusikan BBM kepada masyarakat.
Dan ini bisa dijadikan tolak ukur, berapa maksimalnya SPBU itu  dalam sehari menjual  BBM kepada masyarakat. Jika dalam sekian hari SPBU tutup dikarenakan stok BBM habis, bisa dilakukan croscek data argo yang tercatat. Sesuai tidak dengan informasi yang ada. Jika tidak sesuai tim khusus ini wajib mempertanyakan kemana sisa BBM itu dipasarkan, dan setelah itu ditindak lanjuti.
Sekalipun tengah malam atau diluar jam kerja  SPBU itu menjual BBM besar kemungkinan ketahuan. Namun dengan catatan, data yang ada pada tim ini harus sesuai dengan jam operasi.
“Pokokoknya selesai pencatatat, data tersebut jangan sampai jatuh di tangan pengelola SPBU. Agar data tersebut tidak ditambahi oleh oknum karyawan SPBU,” ujar legislator PDI P ini.
Sehingga data yang ada itu akurat, dan dapat dipertanggung jawabkan, ketika dilakukan pencocokan disaat SPBU tersebut menyatakan tutup, lantaran stok BBM habis.     
Yang kedua, antrean panjang ini harus diawasi, jangan sampai ada atrean berulang ulang, khususnya kendaraan roda dua, yang notaben dapat dihitung kebutuhan maksimal dalam sehari.
Bila perlu, setiap SPBU dijaga terus oleh perwakilan tim khusus, mulai buka hingga SPBU tersebut tutup. Agar   antrean berulang – ulang itu tidak selalu terjadi. Mengingat sampai saat ini atrean berulang – ulang terus terjadi di sejumlah SPBU.
“Terjadinya antrean panjang  ini kita tidak bisa menyalahkan karyawan SPBU, karena karyawan SPBU sendiri otomatis tidak berani melarang, kecuali petugas,” ujarnya.
Yang terakhir, kata Kurniadi, harga eceran ini ditekan seminim mungkin. Misalnya, satu liter Rp 5000 atau Rp 5500, agar pengecer BBM ini tidak menjamur seperti sekarang, yang notaben dijadikan pekerjaan utama. Karena bisnis BBM ini untungnya cukup menggiyurkan.
Oleh karena itu, jika semua ini diterapkan di lapangan, ia optimis kelangkaan BBM di Berau dapat diminimalisir. Dengan demikian kondisi BBM akan berangsur – angsur normal. roz 

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...