Pembelian BBM Gunakan Kupon2011-05-12 00:09:50
TANJUNG REDEB, Upaya Pemkab Berau melalui tim khusus pengawas BBM terus dilakukan, baik melalui penidakan tegas terhadap pengecer yang melanggar, hingga pelarangan pengisian berulang. Untuk mengihdari itu semua, tim khusus akan memberlakukan pembelian BBM menggunakan kupon. Bicara soal BBM memang tak ada habisnya, bahkan sepekan terakhir masalah BBM ini memenuhi halaman di beberapa media. Mengingat sampai saat ini, mmasalah BBM tersebut menjadi perhatian khusus oleh masyarakat. Pasalnya, meski tiga SPBU semua buka, tetapi antrean panjang tetap terjadi setiap hari, dan bensin eceran hampir tidak pernah ditemui. Wakil Bupati, H Ahmad Rifai yang juga menjabat sebagai ketua tim khusus pengawasan BBM, usai memimpin rapat tertutup di ruangannya kepada wartawan menjelaskan, hasil rapat tersebut menyimpulkan, bahwa langkah awal tim ini akan melakukan razia terpadu, dengan sasaran menormalkan harga BBM jenis premium di pasaran, dan menyadarkan para pengecer. Bahwa menjual BBM di atas Rp Rp6 ribu itu sangat membebani masyarakat. “Kita harapkan razia ini dapat menormalkan kembali harga bensin di tingkat pengecer. Kalau di lapangan ada yang menjual di atas Rp 6 ribu, ya kita paksa jual Rp 6 ribu,” tegasnya. Jika harga eceran sudah kemabali normal, sambung Wabup, langkah yang kedua akan memberlakukan pembelian BBM menggunakan kupon. Sehubungn dengan itu, pembeli BBM harus menyertakan nomor hand phone (HP), STNK, nomor polisi dan berapa liter sekali pengisian, lalu disesuaikan berapa kebutuhan pemlik kendaraan dalam sehari. Ini berlaku kepada semua pemilik kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, semua harus mengikuti aturan. Untuk mendapatkan data yang akurat, tim ini juga akan kerja sama dengan Samsat, agar mendapat data yang akurat, berapa jumlah kendaraan yang ada di Berau. “Jadi pembagian kupon itu diberlakukan pada saat pengisian pertama. Setelah mengisi langsung dicatat pembeliannya dan berapa liter,” katanya. Sistem ini diakui dapat meminimalisir antrean berulang – ulang dari SPBU satu ke SPBU lainnya , dan aksi penimbunan. Karena masing – masing SPBU yang beroperasi ada petugas dari tim khusus, yang setiap saat bertugas di SPBU, mulai buka hingga SPBU tutup. Pembagian kupon ini akan diberlakukan setelah ada beberapa SPBU buka. Nah, pada pengisian pertama ini lah pemilik kendaraan akan di bagi kupon tersebut, dengan cacatan harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. Jadi setiap pembelian BBM nanti harus menggunakan kupon, jika tidak bisa menunjukkan kupon tidak bisa mendapatkan BBM. Terkecuali yang belum mendapatakan kupn sama sekali. “Jadi kalau habis mengantre dari SPBU satu ke SPBU lainnya tidak bisa. Karena dalam kupon tersebut tertera tanggal dan stempel, bulan dan berapa pengisiannya,” ujar Wabup. Tahap yang ketiga, sistem SMS melalui racerper nanti juga diberlakukan, dengan melibatkan relawan. “ Jadi nanti sistemnya online, tidak manual lagi. Sehingga dapat diketahui dengan cepat informasi yang dibutuhkan,” tuturnya. roz
|