Dewan Panggil PT BeringinTerkait Kelangkaan BBM di Bulungan
2011-05-12 00:10:45
TANJUNG SELOR, Menyikapi terjadinya kelangkaan BBM di Kabupaten Bulungan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan, Rabu (11/5) mengadakan rapat dengar pendapat dengan pihak PT Abdi Makbul dan PT Beringin selaku pemilik dan pengelola Stasiun Pengispian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tanjung Selor. Rapat dengar pendapat yang di pimpin langsung Ketua DPRD Bulungan, Hasbullah didamping Wakil Ketua, Syarwani juga diikuti oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Bulungan, Ali P Khar, Kasi Proda 2 Bagian Ekonomi Pemkab Bulungan Zaemah serta Kasatpol PP Bulungan Kornelis Elbaar berlangsung selama 3 jam. Mengawali pertemuan tersebut, pihak Pengelola SPBU Abdi Makbul yakni PT Beringin Zakaria yang akrab disapa Joko menjelaskan bahwa stok BBM yang ada sebesar 765 ton satu bulan sebenarnya masih cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat Bulungan. Dijelaskan, sebelumnya ditahun 2010 jatah Premium di SPBU sebanyak 630 ton dan ditahun 2011 mendapat tambahan jatah 135 ton per bulan. Sedangkan untuk solar tahun 2011 hanya 300 ton perbulan sebelumnya di tahun 2010 jatah solar sebesar 425 ton per bulan. “Setiap hari dibagi secara rata dan adil, bulan Februari 2011 kami mengalami kendala distribusi yang disebabkan dari rusaknya alat ukur milik Pertamina Balikpapan. Kemudian diakhir bulan Maret instalasi pipa premium yang ada di SPBU mengalami kebocoran, namun bulan April telah normal kembali. Akibat dari kerusakan tersebut maka kerap kali pendistribusian baik ke SPBU maupun ke masyarakat menjadi tidak lancar, sehingga kerap terjadi kelangkaan BBM di masyarakat,” jelas Joko. Joko menambahkan, akibat kondisi tersebut maka situasi ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan isu kelangkaan tersebut, padahal stok 765 ton per bulan masih mampu untuk melayani konsumen terbukti dari pengetatan distribusi yang dilakukan pihak SPBU bersama tim dari pihak Disperindagkop, Distamben dan Satpol PP bulungan dengan menditribusikan jatah 25 ton perhari ternyata masih ada tersisa 10 ton per harinya. Dalam rapat tersebut anggota DPRD Bulungan, Rustam Kombong meminta agar pihak pemerintah yang memiliki kewenangan untuk memberikan ijin usaha SPBU agar tidak mempersulit proses perijinan, sehingga BBM yang ada di Kabupaten Bulungan tidak hanya dimonopoli oleh pihak PT Abdi Makbul dan PT Beringin. Selain itu, menjamurnya pedagang bensin eceran merupakan salah satu penyebab terjadinya kelangkaan BBM terutama harga eceran yang di tentukan penjual bensin eceran cukup tinggi berkisar sepuluh ribur upiah per satu liternya, sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat lebih memilih untuk membeli bensin di SPBU meski harus mengantri cukup lama. “Jika pemerintah tidak bisa bertindak tegas terhadap para penjual bensin eceran karena pertimbangan ekonomi, mungkin solusi yang bisa dilakukan adalah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) bagi penjual bensin eceran sebesar Rp 5.500,- sehingga selain mempermudah konsumen yang membutuhkan BBM jenis Premium, langkah ini pun akan membuat para penjual bensin eceran pikir-pikir untuk menjual bensin, karena keuntungan yang sangat kecil,” jelas Rustam Kombong. Sebab menurut dia, selama penjualan bensin eceran ini bisa meraup keuntungan hingga 100 persen, maka sudah bisa dipastikan penjual bensin eceran ini akan semakin menjamur, sehingga para penjual bensin eceran akan mencari cara agar bisa memperoleh Bensin di SPBU.
|