RPU Butuh Manajemen Profesional2011-05-13 00:46:54
TENGGARONG, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara, Sumarlan menyatakan pihaknya diberi tanggungjawab oleh bupati hanya sebatas untuk menghidupkan kembali Rice Procesing Unit (RPU) hingga beroperasi dengan baik dan normal. Selanjutnya, pengelolaan diserahkan kepada Perusahaan Daerah (Perusda) Tunggang Parangan, karena instansi pemerintah tidak dibenarkan menangani aset yang harus dikelola dengan manajemen bisnis tersebut. "Tanggungjawab kita hanya menghidupkan kembali RPU itu. Alhamdulillah kini RPU sudah bisa beroperasi dan selanjutnya pengelolaan diserahkan ke Perusda," kata Sumarlan. Namun demikian, sebagai instansi pemerintah yang tupoksinya pembinaan terhadap petani selaku pemasok bagah bagi RPU, Sumarlan sangat berharap pengelolaan RPU ke depan dapat berjalan lancar sehingga bisa memberikan manfaat bagi petani khususnya wilayah Kukar, selain pemasukan bagi PAD bagi Pemkab Kukar. Terkait kelangsungan operasional RPU dimaksud, Sumarlan mengatakan hal paling utama adalah berkaitan dengan sistem manajemen. Menurut dia, sistem manajemen yang baik dan profesional sangat penting untuk kelangsungan pengoperasian RPU. Dengan manajemen yang tersistem, maka rencana pengembangn untuk kemajuan RPU akan terprogram dengan baik. Tentang bagaimana harusnya RPU ke depan, Sumarlan sempat menyampaikan masukan kepada Bupati Rita Widyasari saat peninjuauan uji coba pengoperasian RPU Tenggarong Seberang beberapa hari lalu. "Sebagai masukan, untuk penataan RPU ke depan, khususnya sistem manajemen harus lebih baik dan profesional," kata Sumarlan kepada bupati saat itu. Menurut Sumarlan, ada beberapa langkah yang dapat diambil manajemen RPU, diantaranya melakukan kerjasama dengan petani atau kelompok tani terkait kebutuhan gabah berkualitas sebagai bahan baku. Baik dalam hal penggarapan lahan, pemeliharaan hingga penanganan pasca panen, sehingga gabah yang dihasilkan petani merupakan gabah berkualitas sebagaimana dibutuhkan RPU. Sementara Dinas Pertanian juga akan berperan sesuai dengan fungsinya, namun hanya sebatas tanggungjawab sebagai instansi pembina, tidak masuk dalam kaitan dengan RPU yang menerapkan manajemen bisnis. "Yang jelas, kami sangat berharap RPU itu berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat terutama untuk peningkatan ekonomi petani," harap Sumarlan. Sumarlan optimis, dengan sistem manajemen yang baik dan profesional, RPU itu akan dapat berjalan lancar dan berkembang. yd
|