SMAN 9 Tetap Terima Siswa dari Samboja2011-05-17 23:31:26
BALIKPAPAN, Kepala SMA Negeri 9 Balikpapan, Eddy Effendy mengatakan hasil kelulusan tingkat SMA/MA tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, khusus untuk SMA Negeri 9 yang berjumlah 188 siswa peserta Ujian Nasional namun yang berhasil ikut UN hanya 187 siswa dan semuanya lulus. ‘’Kalau tahun lalu ada sejumlah siswa yang tidak lulus UN pada saat UN utama, namun ketika melakukan UN ulang ternyata mereka yang tidak lulus semuanya dinyatakan lulus, sehingga pengalaman itu menjadikan kami terus berupaya untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan juga terus giat melakukan bombingan belajar (Bimbel) serta latihan-latihan mengerjakan soal-soal UN, akhirnya angka kelulusan mencapai 100 persen,’’ terang mantan guru Matematika SMA Negeri 1 Balikpapan ini. Sekolah yang mengedepankan wawasan lingkungan hidup ini memang baru saja menemati gedung baru setelah selama bertahun-tahun menempati gedung milik SMP Negeri 17, namun sekarang kami sudah menempati gedung berlantai tiga dan 100 persen masih baru, harapan kami nantinya siswa yang belajar melalui SMA Negeri 9 ini akan terus berpacuh meningkatkan kualitas belajar mereka. Ditanya siswa yang belajar di SMA Negeri 9, Eddy mengatakan umumnya anak-anak dari kota Balikpapan terutama mereka yang bermukim di Kelurahan Batu Ampar dan Kelurahan Karang Joang dan sebagian besar masih tergolong anak-anak tidak mampu dari segi ekonomi atau anak-anak Kelurag Miskin (Gakin), namun ada sebagian anak-anak disekolah ini berasal dari Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). ‘’Mereka itukan anak Indoensia dan mereka ingin mengenyam pendidikan di Balikpapan melalui SMA Negeri 9, kami tetap terima hanya saja perlakukan sedikit berbeda dengan anak asli Balikpapan, karena anak-anak dari luar kota Balikpapan mereka tetap harus membayar sebesar Rp. 1 juta untuk 10 bulan,’’ kata Eddy menjelaskan. Masih menurut Kepala SMA Negeri 9 ini, jumlah siswa yang mendaftar disekolah ini dari tahun ke tahun terus meningkat, padahal awalnya sekolah ini masih belum dilihat orang banyak karena memang letraknya diluar kota Balikpapan tapi masih di ruas jalan Sukarno-Hatta Km. 16 Kelurahan Karang Joang. ‘’Keinginan walikota Imdaad Hamid, SE agar anak-anak di Karang Joang jangan hanya putus sekolah setelah lulus SD dan SMP, untuk itu dibuka tingkat SMP sehingga sudah ada SMP Negeri 17, SMP Negeri 15 dan SMP Negeri 20, sedangkan tingkat SMA sudah ada SMA Negeri9 dan ada juga SMA/SMP Swasta di Km. 10,’’ terangnya. Ditanya kenapa siswa dari luar masih membayar biaya pendidikan saat masuk SMA Negeri 9, Eddy mengatakan kalau itu merupakan ketentuan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Balikpapan berdasarkan pemberitahuan dari Walikota Balikpapan agar anak-anak luar Kota Balikpapan yang belajar di sekolah-sekolahg dikdalam kota Balikpapan tetap dikenakan biaya adminsirtrasi sebesar Rp 1 juta untuk 10 bulan tapi kalau anak-anak Balikpapan benar-benar gratis. Ditanya terkait rencana penerimaan siswa baru (PSB) tahun 2011/2012, Eddy mengatakan kalau tahun ini jumlah siswa yang akan diterima di SMA Negeri 9 sebanyak 288 siswa atau sebanyak 8 kelas masing-masing kelas akan diisi siswa sebanyak 36 orang namun itu masih terdiri dari Bina Lingkungan (BL) sebanyak 5 kelas dan regular sisanya teramsuk siswa Gakin tidak aka nada penolakan, pasti akan diterima mereka yang masuk siswa Gakin. Ditanya tahun 2010 lalu berapa banyak anak-anak Samboja masuk SMA Negeri 9, Eddy mengatakan data yang ada tercatat sebanyak 27 anak, umumnya mereka tinggal disepanjang Jln. Sukarno-Hatta, alasannya mereka memilih sekolah kami ini karena dari sisi transportasi dan jarak tempat tinggal. Ditanya SMA Negeri 9 bakal akan menerapkan siswa asrama (Boarding School, red), Eddy membenarkan hal itu. Dia mengatakan anggaran untuk membangun asrama baru masuk dalam APBD provinsi dan APBD Balikpapan, kalau anggaran itu sudah disetujui maka kami pasti membangun asrama bagi siswa sehingga mereka akan diinapkan di asrama yang ada dan pasti anak-anak asrama akan digembleng terutama terkait disiplin siswa. max
|