Jalan Tol dan Perluasan Bandara Harus Didukung2011-05-17 23:41:23
BALIKPAPAN, Rencana Gubernur Kalimantan Timur, Awang Farouk Ishak terkait berbagai pembangunan besar seperti pembangunan jalan tol, pembangunan perluasan sejumnlah bandara yang sebelunya masih berstatus perintis di perbatasaan Kaltim-Serawak, Malaysia Timur, pembangunan Kawasan Industri Maloy, pembangunan pelabuhan kontiner dan beberapa pembangunan lainnya perlu didukung masyarakat Kaltim. ‘’Apa yang sudah direncanakan pak Gubernur Kaltim semuanya sangat dibutuhkan, terutama terkait akses transportasi udara di wilayah perbatasan Kaltim-Serawak yang selama ini menjadi sorotan masyarakat di sana. Kami sangat yakin pembangunan itu nantinya akan memecahkan rasa cemburu masyarakat di sana dan yang paling utama masayarakat perbatasan dan daerah terpencil lainnya akan merasa diperhatikan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun provinsi Kaltim,’’ kata pengusaha muda bidang transportasi darat ini. Pemilik Kalmas Grup ini meminta agar masyarakat terutama para politisi yang ada di DPRD Kaltim maupun di DPR-RI benar-benar memberikan perhatian penuh kepada daerah ini, apalagi Kaltim sudahg ‘’dibaptis’’ sebagai daerah yang kaya akan sumber alam namun masih banyak masyarakat yang mengaku belum menikmati pembangunan selama RI ini merdeka. ‘’Yang lebih para lagi ada sebagian masyarakat perbatasan di Nunukan tepatnya di Krayan mengancam akan melakukan eksodus besar-besaran jika pemerintah tidak memperhatikan kehidupan masyarakat di daerah itu, apalagi selama ini hasil pertranian hanya bisa dijual di Sabah, Malaysia Timur yang bukan oorang Indonesia,’’ kata Hendra. Perencanaan berbagai pembangunan di Kalimantan Timur yang sudah dicanangkan Gubernur Kaltim perlu mendapat dukungan semua pihak karena apa yang dipikirkan gubernur untuk kemajuan dan peluang bisnis serta perputaran ekonomi akan jauh lebih terbuka karena melalui berbagai program pembangunan berskala besar menjadi perhatian pihak investor untuk menanamkan investasinay di wilayah ini. ‘’Kami sangat mendukung berbagai program pembangunan yang sudah direncanakan oleh Gubernur Kaltim karena memang semua rencana pembangunan itu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara makro di wilayah ini, disamping membuka kesempatan lebih luas lagi bagi para investor atau pemilik uang untuk menanamkan investasinya di daerah ini,’’ kata Hendra Prasetyo, Pengamat Ekonomi dan Bos Kalung Mas Grup (Kalmas) tinggal di Balikpapan, kemarin. Mencermati berbagai program pembangunan berskala besar dari Gubernur Kaltim, semuanya untuk kemajuan masyarakat baik dalam pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun kegiatan sosial lainnya sehingga perlu dukungan semua pihak, jangan dilihat yang ada sekarang tapi kita harus melihat 5-10 tahun akan datang, pasti daerah itu akan lebih maju dengan hadirnya sejumlah proyek besar didaerah ini. Salah satu contoh, kata Hendra lagi adalah pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda, kendati mendapat tantangan berbagai pihak tapi kenyataan perencanaan pembangunan itu sangat penting apalagi sudah dilakukan pembangunan awal dimulai dari Km. 13 Kelurahan karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara akan menjadi kunci keberhasilan Kaltim pada tahun-tahun mendatang, apalagi jalan yang ada sekarang ini tidak mengalami perbaikan yang lebih signifikan padahal banyak kerusakan badan jalan provinsi dan nasional. Selain itu pembangunan infrastruktur transportasi udara khusus wilayah Utara Kalimantan Timur atau sekitar perbatasan Kaltim-Sabah, Malaysia Timur menjadi sangat penting dan didambakan oleh masyarakat perbatasan, dengan terbukanya transportasi udara menggunakan sejumlah pesawat udara maka rasa keterisolasian masyarakat akan sirna dan itu yang tengah dikembangkan sekarang. Pembangunan lain seperti pelabuhan Laut Samarinda, pelabuhan kontiner di Balikpapan, perluasan bandara internasional Sepinggan, Balikpapan semua untuk kemajuan daerah atau selanjutnya kemajuan masyarakat khususnya disektor ekonomi, untujk itu tidak ada alasan masyarakat menolak program gubernur Kaltim ini. Terkait rencana pembangunan Super Mall di eks RSUD Balikpapan yang lama di Jln. A Yani, menurut Hendra, itu tidak masalah kalau memang harus dibangunkan mal super modern walaupun di Balikpapan sudah cukup banyak mal-mal yang berdiri namun dengan hadirnya super mall ini dipastikan akan menjadi satu peluang bagi dunia usaha kecil maupun menengah untuk mengembangkan usahanya. Masih menurut Hendra, kita tidak perlu bersitegang dengan pembangunan super mall di Eks RSUD Balikpapan itu, yang perlu kita sikapi adalah dengan hadirnya super mall itu memberikan kontribusi bagi usah kecil dan menengah di Balikpapan dan itu berarti Disperindagkop harus bisa menangkap kehadiran super mall untuk pengembangan usaha kecil dan menegah dimana mereka bisa memasarkan hasil usaha di supermall itu. Dari hasil pengamatan kami, Disperindagkop tidak menangkap hadirnya mal-mal di Balikpapan sebagai sesuatu untuk pengembangan usaha kecil dan menengah, padahal kalau ini bisa dikembangkan termasuk usaha rumah tangga (Home Industrie, red) bisa dipasarkan disuper mall atau di Mall-mall yang ada maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah ini. ‘’Yang kami lihat disini kalau mall hanya dijadikan tempat rekreasi, belanja dan nongkrong bagi sebagian masyarakat, padahal dengan banyaknya mall di Balikpapan harusnya bisa ditangkap oleh pengusaha-pengusaha untuk menjual hasil usahanya setelah ditata dan dikemas secara professional dan tentunya memiliki nilai jual yang tinggi,’’ terang Hendra menambahkan. Ditanya banyaknya hasil usaha masyarakat dari luar Kaltim masuk Balikpapan kemudian dipasarkan didaerah ini, Hendra mengakui hal itu, ini dikarenakan kita tidak melihat kalau hasil usaha sekecil apapaun akan menjadi sasaran pembeli baik sebagai cendra mata atau bentuk lainnya sehingga peluang itu bisa mendongkrak perekonomi daerah. ‘’Kita di Kaltim khususnya di kota-kota seperti Balikpapan, Samarinda, Bontang dan Sangatta, masih sangat bergantung hasil bumi dari daerah lain padahal tanah di Kaltim ini sangat subur untuk berbagai jenis tanaman hanya saja masyarakat kita yang kurang melihat kalau lahan di daerah ini bisa menghasilkan,’’ ujarnya lagi. max
|