Warga Wahau Tolak Jalan Tol

2011-05-18  00:02:53

SAMARINDA, Warga Kaltim bukan hanya warga Balikpapan dan Samarinda, tetapi seluruh warga di 14 Kabupaten/Kota se Kaltim. Karena itu, daripada membangun jalan tol yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda lebih baik dana yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah itu dialokasikan untuk perbaikan jalan lintas Kabupaten di Kaltim.
Hal ini diungkapkan Bowo Warga Muara Wahau kepada Poskota Kaltim saat melakukan perjalanan dari Samarinda menuju Wahau belum lama ini.
Bowo yang juga pengemudi mobil taksi plat hitam ini mengatakan bahwa kondisi jalan di wilayah Kaltim  semuanya rusak parah.
Hal ini tidak hanya disebabkan faktor alam yang terjadi belakangan ini, namun juga karena minimnya perhatian dari pemerintah pusat maupun propinsi Kaltim.
"Kita tidak perlu membandingkan mana baik gubernur yang terbaik saat memerintah, namun memang belakangan ini bentuk keperdulian pemerintah lebih menonjolkan kepada kepentingan masyarakat golongan atas," kata Bowo.
Lanjut dia, sebut saja program pemerintah yang berpihak pada peningkatan perekonomian masyarakat kecil bisa dipastikan tidak ada. Pemerintah sekarang lanjutnya lebih berpihak pada kepentingan orang berduit sebut saja pembangunan jalan tol dan pembentukan maskapai penerbangan.
"Coba dijawab apa untungnya pembangunan jalan tol dengan peningkatan ekonomi masyarakat Muara Wahau, begitu juga pembentukan  maskapai penerbangan," tegas Bowo.
Kalau pemerintah berpihak kepada masyarakat Wahau dan masyarakat Kaltim pada umumnya tentunya leih mengutamakan pembangunan akses jalan antar kabupaten yang saat ini rusak.
Saat ini tegasnya akibat kerusakan jalan harga sembako di Muara Wahau menjadi sangat mahal, apalagi harga BBM yang mencapai harga Rp20 ribu - Rp25 ribu.
Sementara itu berdasarkan pantauan wartawan Poskota Kaltim ruas jalan trans Kaltim dari Sangatta Kabupaten Kutim menuju Kabupaten Berau di sepanjang 300 kilometer, rusak sangat parah.
Ratusan jalan berlubang bahkan ada yang amblas hingga 3 meter membuat pengemudi mobil dan truk ekstra hati-hati melintasi jalan milik negara itu.
Saat menelusuri jalan poros Sengatta menuju Kecamatan Muara Wahau yang masih berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur, lubang menganga sedalam 1-2 meter dan berlumpur kerap menjebak kendaraan yang melintasi jalan tersebut.
Bahkan kondisi jalan lintas Kaltim itu sudah terlihat rusak parah saat melintasi simpang Perdau di wilayah Bengalon. Ditempat ini kumpulan-kumpulan kendaraan melintasi setiap jalan rusak.
Bahkan tidak jarang kumpulan kendaraan besar itu saling tarik menarik agar bisa terbebas dari lubang maupun kubangan lumpur yang ada di jalan.
Sementara itu bagi pengendara roda dua dan empat yang ingin sedikit mempersingkat waktu perjalanan bisa memotong jalan melewati Rantau Pulung.
Namun itu pun tidak mulus ada beberapa portal yang dibangun masyarakat yang mengharuskan pengemudi merogoh kocek untuk sekedar membayar biaya melintas.
Berdasarkan pantauaan Poskota Kaltim Salah satu kerusakan paling parah berada di kawasan Ambur Batu, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur.
Di lokasi itu, lubang menganga sedalam 3 meter dan berlumpur membuat sebuah mobil Ford Ranger, terperosok hingga 1 jam. Kendaraan itu pun akhirnya terlepas dari kubangan lumpur setelah ditarik oleh kendaraan lainnya yang melintas di jalan yang sama.
"Ya begini lah lubang yang harus dilewati para warga agar bisa sampai ke Wahau. Lubang seperti ini masih banyak lagi dan harus kita lewati, Mau sampai kapan kita lewati jalan seperti ini?" keluh salah seorang warga Kecamatan Muara Wahau, Ahmad Hamid kepada Poskota Kaltim di Ambur Batu, Bengalon, Kutai Timur, Sabtu (14/5) lalu.
Akibat jalan rusak, jarak tempuh Sangatta menuju Muara Wahau sepanjang 200 kilometer, menjadi lebih lama dari yang seharusnya 5-6 jam, kini ditempuh hingga 24 jam.
"Ya itu tadi karena jalan seperti ini. Kalau tidak rusak sangat parah seperti ini, Sengatta ke Wahau bisa tembus normal 5 sampai 6 jam," kata Ahmad.
Tidak hanya warga Muara Wahau yang terkena imbas dari kerusakan jalan ini, beberapa pengemudi truk yang mengangkut sembako untuk kepentingan masyarakan Wahau dan Berau juga terkena imbasnya.
Bahkan selain harus menempuh perjalanan yang terlampau lama mereka juga harus siap menerima kerugian berupa kerusakan truk akibat jalan yang rusak parah.
Untuk mengantisipasi itu beberapa pengemudi truk akhirnya memilih beriringan sehingga bisa mengantisipasi jika terjadi kerusakan maupun terjebak didalam jalan yang berlubang.
"Lubang ini belum seberapa dalamnya. Tadi truk teman saya terperosok di daerah Gunung Kidung, dekat Wahau. Di situ, lubang dan lumpur lebih dalam lagi," kata Syaiful.
Syaiful mengaku heran, pemerintah tidak sigap melakukan perbaikan ruas jalan tersebut. Akibat jalan rusak para supir terpaksa harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dari biasanya, dan itu sangat  merugikan sopir truk pengangkut sembako.
"Kalau sembako terlambat datang ke Berau dan stok terbatas, harga pastinya melonjak, Masyarakat yang akan menerima dampaknya" kata Syaiful.
"Sementara kita juga harus mempertimbangkan kondisi kendaraan. Kalau tidak hati-hati, truk kita bisa mengalami kerusakan seperti patah as roda atau lainnya akibat melewati jalan ini," tambah Syaiful.
Sementara itu Rusdiana warga Sengatta mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan pemerintah Awang Faroek Ishak yang terkesan melupakan Kutai Timur.
Warga Jalan Pendidikan ini menekankan bahwa seharusnya Awang Faroek  bisa lebih memahami kondisi warga Muara Wahau saat ini, karena Awang Faroek pernah menjadi Bupati Kutai Timur.
"Untuk Apa kita memilih dia jika akhirnya dia sendiri melupakan rakyat Kutai Timur, berapa suara yang disumbanagkan warga Muara Wahau yang membuat ia terpilih menjadi Gubernur Kaltim jika akhirnya ia hanya memikirkan masyarakat Balikpapan dan Samarinda saja," kata Rusdiana.
Jalan Balikpapan Samarinda yang ada saat ini masih sangat baik, bahkan saat ini sudah dilakukan pelebaran oleh pemerintah pusat, lalu kenapa pemerintah Kaltim lebih mengutamakan pembangunan jalan tol.
"Pertanyaanya untuk siapa, kalau dikatakan bahwa jalan ini tanggung jawab pemerintah pusat lalu apakah pemerintah pusat tahu kondisi warga Muara Wahau yang tercatat sebagai warga Propinsi Kaltim dan Kabupaten Kaltim" tegasnya.
Dari itu dia mengharapkan agar pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap jalan itu sehingga perekonomian masyarakat wahau tidak lagi terpuruk.
Rusdiana prihatin  atas apa yang terjadi di Wahau. Selain perekonomian mereka yang hanya mengandalkan dari sektor perkebunan macet. Kini akibat kondisi jalan yang demikian saat ini harga sembako juga diketahui sangat mahal.  M4n

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...