PWI Cabang Balikpapan Gelar Bakti SosialBagi Penyandang Cacat Tuna Daksa
2011-05-19 06:25:26
BALIKPAPAN, Kehilangan anggota tubuh bukanlah pilihan mereka, tetapi membantu mereka adalah pilihan kita. Bagi penyandang cacat tuna daksa yang ada Kalimantan Timur dapat tersenyum karena pada tangal 12 – 13 Mei 2011, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Balikpapan telah menggelar pengukuran dan pemasangan prostase (kaki dan tangan palsu) dan brace bagi penyandang cacat tuna daksa. Ketua Komunitas Cacat Kalimantan Timur, Joko Widodo saat di temui Harian Umum Poskota Kaltim disela-sela acara tersebut mengatakan, kegiatan bakti sosial merupakan kegiatan rutinitas komunitas penyandang cacat (KPC). Kegiatan ini dibantu langsung oleh Yayasan Sadhu Fasvanie peduli tuna daksa limfolimbes India. yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk pengukuran dan pemasangan prostase serta brace itu, khusus bagi penyandang polio, ini semua diberikan kepada penyandang itu secara gratis atas kerja samanya komunitas penyandang cacat (KPC), Bp Migas, Chevron serta persatuan wartawan Indonesia perwakilan Balikpapan. "Pemberian prostase ini dengan tujuan memberikan semangat kepada para penyandang ini supaya merasa seolah-olah normal kembali sehingga dapat melaksanakan aktivitasnya, seperti bisa bekerja, dapat menghidupi keluaganya, sehingga merupakan program membantu pemerintah mengurangi penganguran, mengurangi tingkat kemiskinan, karena penyandang cacat dapat bekerja kembali,” ungkapnya. Kegiatan ini baru yang pertama kali dilaksanakan di kota Balikpapan, pada tahun-tahun sebelumnya komunitas penyandang cacat membawa para tuna daksa ini ke Jakarta, dan di Jakarta mereka juga mendapatkan protease ini secara gratis juga. Dengan adanya itu semua, lanjut dia, maka kita juga berfikir untuk bagaimana supaya lebih banyak para penyandang cacat yang mendapatkan prostase ini secara gratis. Maka diadakan kerja sama untuk pengukuran dan pemasangan dilaksanakan di kota Balikpapan yang tepatnya dilakukan di Hotel Mega Lestari Balikpapan. Yang sudah mendaftar saat ini ada sekitar 60 orang dan tidak menutup kemungkinan peserta akan bertambah terus. Kegiatan ini diadakan selama 2 hari, dan peserta yang mendapatkan bantuan ini dari Balikpapan, Sangata, Berau, Penajam, Paser, dan Kalimantan Timur pada umumnya. Diharapkan kepada pemerintah ataupun pemkot, dengan adanya keterbukaan ini semoga di tahun-tahun mendatang pemerintah merasakan dan ikut serta merasa terbeban pada masyarakatnya. "Harapan kami para penyandang cacat yang telah dibantu prostase ini dapat menggunakanya dengan baik, sehingga mereka seolah-olah normal kembali dapat melakukan aktivitas dan kegiatan lainya, tidak terlalu mengorbankan keluarga atau bahkan dia dapat menghidupi keluarganya," harap Joko. Secara terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Balikpapan Abdul Manaf mengatakan, dari keluarga besar PWI menggelar bakti sosial pengukuran dan pemasangan kaki dan tangan palsu, kegiatan ini difasilitasi oleh perusahaan Chevron, Bp Migas bekerja sama dengan PWI cabang Balikpapan dan coordinator penyandang cacat tuna daksa Kalimantan Timur beserta Yayasan Sadho Fasvanie dari Jakarta. PWI bertujuan merangkul agar acara ini dapat berjalan dengan maksimal, dan sebagai PWI dituntut tidak hanya berpacu kepada berita, tetapi juga mengidokasi dengan memberikan semangat supaya masyarakat –masyarakat penyandang cacat ini juga mendapatkan pelayanan-pelayanan yang baik seperti pemasangan kaki dan tangan palsu. "Kami mengharapkan ini suatu contoh bagi daerah-daerah lain dan ini menjadikan suatu semangat buat PWI sendiri, dan kita juga ingin mencoba memberikan suatu gambaran kepada masyarakat luas agar mendapatkan suatu acuan bagi daerah lain supaya mengikuti program-program seperti ini,” pungkasnya.(*mid)
|