Warga Bangris Tanam Pisang dan Tebu Ditengah Jalan2011-05-19 06:43:31
SAMARINDA, Kerusakan jalan di Samarinda yang semakin parah terus memicu protes warga. Kali ini warga memblokir jalur masuk Jl Bangris dari Jl Cendana, dengan dua tumpukan tanah uruk yang ditanami pisang dan tebu. Pemblokiran jalan ini membuat kendaraan roda empat tak bisa melintas. Aksi pemblokiran ini merupakan bentuk kekecewaan warga dengan tak adanya perhatian pemerintah untuk memperbaiki jalan. Menurut Ketua RT 20 Teluk Lerong Ulu Juanto bahwa pemblokiran dilakukan secara spontanitas. Karena, sudah 1 tahun, kerusakan jalan tak ada perhatian dari pemerintah. Apalagi, jalan rusak berlubang ini banyak makan korban luka-luka ketika pengendara jatuh. Warga pun lalu membeli tanah uruk dan menumpuk jalan yang rusak dan tak akan dibongkar kecuali sampai jalan diperbaiki pemerintah. Pemblokiran jalan ini dilakukan dan sudah disetujui 4 RT yaitu RT 19, 20, 23 Kelurahan Teluk Lerong Ulu dan RT 6 Kelurahan Karang Anyar. "Kami membeli tanah uruk untuk menutup jalan dan tidak akan membongkarnya hingga pemkot melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan melakukan perbaikan jalan," kata Juanto. Ditambahkan Juanto, kerusakan jalan sepanjang 200 meter dari simpang Jalan Cendana hingga Gang I Jalan Bangris. Ketika banjir, jalan rusak sangat berbahaya. Pengendara tak bisa melihat lubang jalan tertutup genangan air sehingga banyak terjatuh. "Kami minta Pemkot Samarinda segera perbaiki jalan yang rusak," pungkasnya. aon
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...