Mahasiswa Tuntut Pemkab Tegas

Terkait Kelangkaan BBM di Berau

2011-05-20  23:26:25

TANJUNG REDEB, Kamis (19/5), Gerakan Himpunan Mahasiswa Islam (GHMI) Kabupaten Berau gelar aksi demo di Bundaran Pemuda Tanjung Redeb. Aksi tersebut merupakan rangkaian peringatan hari kebangkitan nasional yang jatuh  pada tanggal 20 Mei. Dengan jelas tuntutan GHMI meminta pemerintah daerah Kabupaten Berau tegas dan tanggap terhadap permasalahan yang membelit masyarakat Berau saat ini, yakni kelangkaan BBM.
Koordinator Lapangan (Korlap) sekaligus orator aksi tersebut, Khairiansyah menyerukan pemerintah harus tegas dalam menangani masalah BBM di Berau. Jelas, tuntutan mereka meminta agar menindak tegas pengecer BBM yang tidak memiliki ijin. Pasalnya mereka salah satu penyebab antrian panjang dan pemicu kelangkaan BBM yang terjadi saat ini.
Bukan hanya tingkat pengecer, pengusaha SPBU juga perlu dievaluasi tentang kinerjanya dalam mendistribusikan BBM di Berau. “Perhatikan nasib rakyat kecil yang terus tertindas oleh ulah-ulah sebagian orang yang menyalahgunakan usahanya dan membuat penderitaan bagi masyarakat Berau, tindak tegas mereka dengan sanksi yang membuat jera,” serunya.
Meskipun daerah lain mengalami hal serupa masalah BBM, namun Berau dinilai sudah melewati ambang batas. Sejak kenaikan harga BBM terakhir hingga kini kelangkaan BBM khususnya premium sudah menjadi hal biasa dan keluhan klasik masyarakat Berau. Langkah kongkrit pemeintah daerah masih ditunggu hasilnya. “Sampai saat ini upaya yang dilakukan Pemda Berau belum menghasilkan apa-apa,” sambung orator lainnya, Jhon Wahyudi.
Lebih lanjut dikupas orator lainnya, Budi Ahmad, Berau merupakan lahan basah untuk bisnis-bisnis yang dilakoni elit-elit politik pemerintahan setempat. “Ini merupakan permainan segelintir pejabat-pejabat yang ada dengan memanfaatkan kekuasaan mereka untuk kepentingan pribadi, dampaknya adalah kesengsaraan masyarakat yang harus menerima akibatnya,” teriak Budi.
Tidak hanya orasi, mahasiswa-mahasiswa ini juga membawa spanduk yang berisikan tulisan isi tuntutan mereka diantaranya “tindak tegas penjual eceran yang tidak memiliki ijin”, “kejelasan sanksi bagi penampung dari pemerintah”, Demokrasi? Lumayan, Keadilan? Masih ngeyel, Sejahtera? Hmmmm jauh, dan “meminta kotribusi ke Pemda bagi penjual minyak non subsidi”.
Usai orasi, GHMI membubarkan diri secara tertib dimana petugas kepoliisian dari Polres Berau turut mengamankan ketertiban aksi yang digelar. “Kami masih akan melanjutkan aksi kami ini esok hari, kemungkinan besar akan kita gelar di kantor bupati. Melihat situasi jika memungkinkan juga ke kantor Dewan, apa yang kami sampaikan merupakan suara rakyat Berau dan mereka-mereka harus dengar suara hati kami,” ujar Khairiansyah. as

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...