Pertamina Langsung Tangani Kebocoran Pipa2011-05-23 08:24:56
PENAJAM, Keluarga Jafar dan Abdul Mannan, warga Petung Kecamatan Pejam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kaget setelah mendapatkan informasi kalau pipa minyak Pertamina yang tertanam sekitar 1,5 meter di dalam tanah masih di halaman mereka bocor dan mengeluarkan minyak mentah bersama air sehingga memunculkan bau yang sangat menyengat. Mengetahui adanya pipa minyak pertamina yang bocor, masyarakat lainnya langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi yang tepat berada di halaman rumah Jafar, namun oleh beberapa warga minta agar segera meninggalkan lokasi itu, sebab bisa saja terjadi kebakaran. Ketika hal itu diinformasikan langsung ke Pertamina ternyata tidak langsung direspon. Ini kasus untuk ketiga kalinya, pipa milik Pertamina yang berlokasi tepat di seberang Pasar Petung pada Sabtu (20/5) mengalami kebocoran, di sekitar lokasi bocornya pipa, tercium bau yang begitu menyengat dan menimbulkan kepanikan warga RT 09 Kelurahan Petung Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU. "Waktu pipa bocor terjadi memang saya tidak ada di rumah saya sedang bekerja, tahu-tahu dapat kabar ada pipa Pertamina bocor sekitar pkl. 10.00 Wita, saat itu juga aku langsung ke rumah takut kalau sampai terjadi sesuatu," kata Jafar. Kepanikan tidak hanya dirasakan Jafar, tetangga lainnya yakni Abdul Manan, mengaku terkejut karena saat bocor yang keluar hanyalah berupa air, tapi air itu baunya begitu menyengat, sampai-sampai Abdul Manan masuk ke dalam rumah bau itu masih saja tercium. Aaktu keluar pertama dari tanah dihalaman rumah Jafar hanya berupa air berwarna hitam, sekarang airnya sudah lumayan bening tapi baunya sangat menyengat. Pihak pertamina diminta secepatnya bersikap dan melakukan perbaikan pipa yang bocor, apalagi kebocoran yang terjadi bukan kali pertama. "Kami berharap Pertamina tanggap dan secepatnya mengganti pipa yang bocor atau memperbaiki pipa bocor itu, soalnya ini sudah tiga kali terjadi peristiwa yang sama," ungkapnya. Lebih lanjut ia menguraikan, pipa Pertamina yang bocor itu dibangun sekira tahun 1961, kebocoran pertama terjadi jelang bulan suci Ramadan tahun 2010, namun lubangnya hanya kecil sehingga bisa dengan cepat diatasi oleh pihak Pertamina namun di penghujung tahun 2010, kebocoran pipa Pertamina di lokasi yang sama kembali terjadi dan kebocoran kedua ini tidak separah seperti yang kembali terjadi untuk ketiga kalinya ini. "Kami juga meminta pihak PT Pertamina tidak membuang air yang berasal dari kebocoran di depan rumah karena saluran air tepat berada di kamar tidur, sehingga baunya sangat menggangu," ujar Jafar. Sejumlah tekniksi dari pertamina terlihat sudah berada di lokasi kebocoran pipa minyak Pertamina di Petung. Salah seorang petugas PT Pertamina yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pihaknya sudah mengatasi kebocoran pipa minyak itu dan mengatakan kalau kebocoran itu tidak berbahaya karena yang keluar hanya air dan itu akan diatasi secepatnya. Sementara itu Humas PT Pertamina Unit Bisnis EP Tanjung, Arsyat saat dihubungi via telepon selularnya mengatakan, pihaknya akan melakukan penambalan pada kebocoran pipa yang terjadi tersebut dan meyakinkan kalau kebocoran itu tidak membahayakan masyarakat asalkan tidak ada api di sekitarnya karena yang keluar hanya air tawar. Menanggapi kekhawatiran warga perihal kebocoran tersebut, Arsyat menambahkan sebenarnya masyarakat juga tidak diperkenankan mendirikan bangunan di dekat jalur pipa apalagi diatas jalur pipa sebab dipastikan sangat berbahaya, kalau sesuai Rule Of Way-nya seharusnya masyarakat membangun rumah 25 meter dari lintasan jalur pipa yang ditanam mencapai 1,5 meter, baik sisi kiri maupun sisi kanan. max
|