Masyarakat Pemerhati Sepakbola Ancam Gugat Kelompok 78Yunus Nusi Dinilai Cederai Kongres PSSI
2011-05-23 08:30:51
SAMARINDA, Masyarakat Pemerhati Sepakbola Kaltim mengancam akan menggugat kelompok 78, jika Indonesia terkena sanksi dari FIFA. Mereka menilai kelompok 78 sudah mencederai upaya membangun revolusi sistem di PSSI untuk meraih preestasi di dunia sepakbola. "Kena sanksi atau tidak kami tetap akan gugat, karena mereka sudah menghalangi-halangi revolusi sistem sepakbola nasional," kata Wakil Ketua Masyarakat Pemerhati Sepakbola Kaltim, Muchlis, Minggu (22/5). Ia mengungkapkan sebelum melayangkan gugatan, besok Senin (23/5) MPS Kaltim akan melaporkan gugatan ini kepada Adhyaksa Daud dan Agum Gumelar. Sekaligus melaporkan keprihatinan terhadap pelaksanaan kongres yang dicederai oleh sekelompok orang. Muchlis menilai, kehadiran orang yang mengatasnamakan Kaltim, Yunus Nusi sangat kontraproduktif dengan kondisi di Kaltim. Muchlis menilai Yunus Nusi bagian dari orang yang mencederai Kongres PSSI lalu. "Dia itu atas nama apa hadir? Mana mandatnya?," tanya Muchlis. Menurutnya, Kongres PSSI merupakan bagian dari pelaksanaan statuta FIFA yang merupakan organisasi tertinggi di dunia sepak bola. Dengan demikian tak boleh seorang atau sekelompok orang pun yang menghalang-halangi. "Itu sama saja menghianati bansa Indonesia terutama pecinta sepakbola," ujarnya. "Kita ini gak punya prestasi di bola, akan merubah sistem tapi ada pihak yang meruntuhkan sistem yang sedang dibangun," tambahnya. Sebelumnya Kongres PSSI 220 Mei 2011 di Jakarta berlangsung ricuh. Akhirnya tak ada yang dihasilkan dalam Kongres. Sedianya Kongres memilih Ketua Umum PSSI periode mendatang. Dengan kondisi itu Indonesia terancam mendapat sanksi dari FIFA. M4n
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...