Gelar Teknologi Pertanian Dibagi 4 KlasterKegiatan Penas KTNA XIII Kukar
2011-05-23 08:40:08
TENGGARONG, GeIar teknologi pertanian yang akan dilaksanakan dalam kegiatan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Neyalan Andalan (KTNA) XIII Kutai Kartanegara, terbagi dalam 4 klaster, yakni Swasembada Pangan dan Swasembada Berkelanjutan, Peningkatan Nilai Tambah, Energi Mandiri/bioenergi dan Deversifikasi Pangan Alternatif. Pada klaster 1 swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan (24 petak pamer), dengan Padi Gogo (6 varietas), Padi Sawah (5 varietas), Padi Rawa (4 varietas), Tebu (2 varietas), Kedelai (6 varietas), Jagung (7 varietas hibrida, 8 komposit), Ternak (sapi, kambing, itik, ayam dan kelinci), Rumah Pangan Lestari (RPL). Klaster 2 yakni Peningkatan Nilai Tambah (19 petak pamer), aneka pengolahan pasca panen (ALSIN), Pola tanam berbasis tanaman perkebunan (lada panjat+kopi+kacang tanah, lada panjat + kakao + kacang tanah, lada perdu + kemiri + pegagan). Aneka Tanaman Hortikultura (14 jenis) (pisang, pepaya, melon, cabe, semangka, kubis bunga, varia, dll). Tanaman biofarmaka (7 jenis) (serai wangi, sambiloto, nilam, kunyit, temu lawak, pegagan, jahe merah). Sedang untuk kaster 3 meliputi Energi Mandiri/bioenergi (10 petak pamer) Jarak Pagar (IP-3) Jarak Kepyar, kelapa genjah salak, aren genjah, kelapa dalam, kemiri sunan, Nyamplung dan untuk klaster 4 Deversifikasi Tanaman Pangan Alternatif (9 petak pamer) terdiri dari Ubi jalar (10 varietas) Ubi kayu (7 varietas) Umbi-umbian potensial : Talas, Garut, Ganyong, Bentul, Bote/kimpul. Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Momon Rusmono saat menjelaskan perkembangan persiapan Penas KTNA XIII kepada Menteri Pertanian H Suswono saat rapat kordinasi Penas KTNA yang juga dihadiri Bupati Kukar Rita Widyasari belum lama ini di Lamin Etam Samarinda. Momon Rusmono juga menyampaikan bahwa Temu Teknologi Pertanian akan dilaksanakan 19-21 Juni 2011 di Ruang Pemanasan, R4 Stadion Aji Umbut dengan tujuan menginformasikan teknologi hasil penelitian kepada pengguna dan masyarakat luas agar diketahui dan dimanfaatkan untuk mengingkatkan penguasaan teknologi dan pendapatan petani. Lanjut Momon Rusmono, peserta yang ikut dalam gelar teknologi berasal dari kalangan petani-nelayan, penyuluh, swasta, guru, akademisi, pelajar, peneliti dan masyarakat umum. Peserta diperkirakan sekitar 150 orang, yang berasal dari seluruh provinsi peserta Penas KTNA dengan narasumber berasal dari peneliti, akademisi, dan praktisi penghasil teknologi terkait. sedang materi Temu Teknologi ditetapkan berdasarkan tingkat urgensi teknologi yang tidak ditampilkan dikegiatan gelar teknologi. Untuk informasi, pendaftaran peserta Temu Teknologi dari setiap provinsi harus sudah diterima panitia pusat Penas KTNA XIII paling lambat tanggal 30 Mei 2011. Peserta Temu Teknologi dari setiap propinsi maksimal 3 orang. Yang tak kalah penting, materi Temu Teknologi (dalam bentuk makalah) sudah harus diterima panitia pusat paling lambat tanggal 30 Mei 2011 dalam bentuk hard copy dan soft copy yang dikirim ke email: riri_hps@yahoo.com. yd
|