Wakil Bupati Pimpin Harkitnas2011-05-24 23:35:00
TANAH GROGOT, Upacara Peringatan Harkitnas ke - 103 2011 di halaman Kantor Bupati Paser diikuti berbagai unsur yaitu Satpol PP, Wasdal, PMK, Satgas Pananggulangan Bencana, KORPRI, Mahasiswa se-Kabupaten Paser, dan pelajar. Sementara itu di panggung kehormatan terdapat Unsur Muspida, Kepala SKPD , BUMN, BUMD, Serta ketua organisasi pemuda dan kemasyarakatan. Bertindak selaku pembina upacara adalah Wakil Bupati Paser H M Mardikansyah SH MAP . Tema Harkitnas ke - 103 adalah dengan semangat Harkitnas ke - 103 Tahun 2011, kita wujudkan kebangsaan yang berkarakter, bersatu dan berdaya saing menuju masyarakat yang sejahtera, Dalam Sambutannya yang dibacakan Mardikansyah, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring selaku Ketua Umum Peringatan Harkitnas ke - 103, menyebutkan sudah lebih 100 tahun bangsa Indonesia berproses dalam kesadaran kebangsaan untuk menjadi bangsa yang berdaulat, bangsa yang memiliki identitas dan jati diri da l am mengarungi kebidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara . “Selama 103 tahun pula nilai-nilai kebangsaan telah mengalami pasang surut seiring dengan perubahan jaman dan tuntutan masyarakat itu sendiri. Meski gangguan, tantangan, hambatan dan bahkan ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri, datang menerpa bangsa Indonesia namun Bangsa Indonesia tetap kokoh dalam Kesatuan Republik Indonesia ,” kata Tifatul . Dengan Peringatan Harkitnas ini ditumbuhkan semangat kepada generasi penerus perjuangan agar tidak boleh lengah dan lupa akan makna hakiki nilai-kebangsaan khususnya dalam menyikapi dan menghadapi era perubahan dan kemajuan secara terus menerus. Dibandingkan dulu pejuang kita berani menentang kolonialisme dan menyodorkan suatu keadaan lain yakni cita-cita Indonesia Merdeka. Di era sekarang Indoensia telah merdeka, apa yang dapat disodorkan oleh generasi-generasi yang mengarah pada perbaikan. Dulu pejuang kita membangun Nasionalisme melalui tetesan darah dan bau mesiu dalam revolusi kemerdekaan, dan menghasilkan revolusi kemerdekaan. Namun Pejuang sekarang membangun Nasionalisme adalah dengan cara mewujudkan cita-cita kebangsaan sesuai dengan jamannnya. Tifatul mencontohkan, angkatan 66 dan angkatan 98 yang telah menghasilkan Reformasi. Nasionalisme pada penjajahan adalah taraf ingin mempunyai Negara yang yang bebas merdeka, namun setelah merdeka Nasionalisme adalah kesadaran bernegara tanpa mengalami tekanan dari pihak lain. (hms)
|