Makanan Keluar dari Mulut dan HidungBayi Alami Gangguan Pencernaan
2011-05-24 23:48:59
SAMARINDA, Karena mengalami gangguan pencernaan, bayi yang lahir Sabtu (22/5) lalu terpaksa mengeluarkan makanan dan minuman melalui hidung dan mulutnya. Bayi diberi nama Ginan Raisya ini langsung mendapatkan perawatan tim dokter RSU AW SYahranie untuk mendapatkan penanganan intensif. Juru Bicara RSU AW Syahranie Dr Nurliana Adriati Noor kepada Poskota Kaltim mengatakan bahwa Ginan Raisya langsung ditangani dokter spesialis anak RSUD AW Syahranie dan telah dilakukan operasi untuk membantu pasien. "Tim dokter telah berhasil mengembalikan fungsi anus seperti biasa, kasus yang dialami Ginan diakibatkan karena gangguan usus," katanya. Dr Nana mengatakan bahwa secara umum fungsi organ tubuh Ginan seluruhnya sehat dan berfungsi normal, hanya saja memang khusus untuk saluran pembuangan ada sedikit masalah namun semuanya telah diatasi. "Usus Ginan terdorong keatas yang menyebabkan usus itu terjepit diantara rongga pernapasan yang mengakibatkan saluran makanan ke lambung menjadi terganggu," kata Dr Nana. Disinggung mengenai kondisi bayi saat ini, Dr Nana mengaku setelah menjalani operasi Bayi malang ini langsung mendapatkan perawatan di ruang perawatan PICCU RS AW Syahranie. Yang pasti lanjutnya saat ini bayi itu dalam perawatan intensif tim dokter RSU AW Syahranie. Sementara itu Syaifuddin, orang tua dari Ginan mengaku bersyukur anaknya sudah dapat pertolongan. Awalnya warga jalan M Yamin ini mengaku sedih. Pasalnya selama menjalani perawatan di RS Dirgahayu dirinya selalu dihantu-hantui mengenai besaran biaya untuk melakukan operasi. Namun setelah dibawa ke RSUD AW Syahranie, dirinya menjadi sedikit lega, karena tidak diminta mengumpulkan uang Rp70 juta terlebih dahulu sebelum operasi. "Ginan langsung menjalani operasi setelah ditangani oleh Dr RSU AW Syahranie," kata Syaifuddin. Apakah sempat dimintai uang Rp 70 juta oleh rumah sakit sebelumnya, Syaifuddin mengaku tidak. Dia hanya melakukan konsultasi kebeberapa perawat dan dokter untuk menanyakan biaya operasi. "Saya belum dimintai untuk menyiapkan uang itu, namun saat tanya-tanya mengenai dana untuk melakukan operasi saya disuruh menyiapkan uang Rp 70 juta," katanya. Saat ini lanjut Syaifuddin mengaku senang anaknya sudah selesai menjalani operasi dan saat ini tidak ada lagi gangguan pada bayinya. Disinggung mengenai biaya, laki-laki yang sehari-hari menjadi pencukur rambut di salon ini mengaku berharap bisa dibantu oleh pemkot Samarinda melalui Asuransi kesehatan keluarga Miskin. M4n
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...