Jalan Tol tak Berpihak ke Masyarakat Banyak2011-05-24 23:51:17
SAMARINDA,Jalan Tol yang menjadi program Pemprov Kaltim dibawah komando Awang Faroek Ishak ternyata bukan program yang dianggap berpihak pada kepentingan masyarakat banyak. Program yag memakan anggaran hingga Rp6,2 triliun itu dipastikan akan terus membengkak, karena Pemprov Kaltim baru-baru ini kembali mengusulkan anggaran tambahan sebesar Rp250 miliar yang digunakan untuk pembebasan lahan. Hal ini diungkapkan anggota Komisi III Syaifuddin DJ Kepada wartawan di kantor DPRD Kaltim, Senin (23/5) kemarin. Syarifuddin mengatakan bahwa alokasi dana Rp6,2 triliun untuk ruas tol Balikpapan-Samarinda, diperkirakan bakal terus membengkak. "Pemprov mengajukan lagi Rp250 miliar. Ini tidak fair, ini artinya Rp 6,2 triliun itu bakal membengkak," kata dia. Dengan adanya usulan Rp 250 miliar tambahan untuk pembebasan lahan tahun depan, lanjut Syaifuddin, dirinya akan meminta supaya pembahasan Rp500 miliar kedua untuk tol tersebut ditinjau ulang. "Kami akan minta Rp 500 miliar kedua ditinjau ulang. Karena itu tadi, alokasi Rp6,2 triliun sebenarnya akan membengkak. Lagi pula, daripada membebani APBD terlalu besar hingga Rp 500 miliar. Lebih baik kita kurangi untuk dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan yang lebih penting dan langsung menyentuh masyakat bawah seperti perbaikan jalan," tegas Syaifuddin. Sementara itu Politisi Partai PPP Syaparuddin mengatakan bahwa proyek pembangunan ruas tol Balikpapan-Samarinda di Kaltim sepanjang 99 Km yang tengah dikerjakan saat ini, bakal menelan dana Rp 6,2 triliun lebih. Selain mendapat kucuran Rp 500 miliar APBD Kaltim 2010/2011, proyek multiyears itu juga akan dibiayai investor swasta dan dana APBN. "Rp 500 miliar pertahun selama 4 tahun anggaran," kata Syaparuddin,. Meski kucuran Rp 500 miliar selama 4 tahun disetujui DPRD Kaltim, skema pembiayaan proyek ruas tol yang bersumber dari investor dan APBN, hingga saat ini masih belum dibeber Pemprov Kaltim. "Siapa investornya dan usulan Pemprov untuk APBN, kita belum tahu juga sampai saat ini," ujar Syaparuddin. Berbeda dengan ruas tol lainnya di luar pulau Kalimantan, tol dikelola oleh pihak swasta. Namun ruas tol Balikpapan-Samarinda, rencananya akan dikelola Pemprov Kaltim melalui Perusahaan Daerah (Perusda). M4n
|