Makmur Minta Pejabat Harus AmanahMutasi 70 Pejabat di Berau
2011-05-26 00:27:21
TANJUNG REDEB, Setelah lama dinanti, gerbong mutasi pejabat Eselon II, III, dan IV lingkup Pemerintahan Kabupaten Berau akhirnya bergerak juga. Rabu (25/5) di Balai Mufakat 70 pejabat dilantik dan pengambilan sumpah menandai pelaksanaan mutasi. Besarnya dorongan pelaksanaan mutasi dengan berbagai masukan menjjadi dasar yang turut dipertimbangkan Bupati Berau dalam pelaksanaan mutasi. Bupati Berau H Makmur HAPK dalam pelaksanaan mutasi mengatakan, besarnya perhatian yang diberikan oleh berbagai pihak baik kalangan aparatur pemerintah maupun kalangan masyarakat terkait proses penetapan pejabat lingkungan pemerintahan Berau merupakan hal positif. “Adanya perhatian seperti ini tentu saja merupakan hal positif dan sebagai wujud nyata partisipasi yang menjadi pertanda bahwa rasa kepedulian terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah masih tinggi, guna mewujudkan kemajuan daerah secara bersama-sama,begitu juga sumbangsih pemikirin anggota Dewan terhormat” ujar Bupati. Dengan berbagai tantangan yang semakin berat, Bupati mengingatkan kepada seluruh pejabat yang ada untuk mengemban amant yang sudah diterima. Diminta untuk tidak melihat bahwa ada jabatan baik dan ada jabatan buruk, Sebab semua itu, aku Bupati, merupakan amanah yang diperlukan tanggung jawab. Bupati mengakui terbatasnya jumlah posisi jabatan yang ada,sehingga tidak semua pejabat yang ada dapat terakomodir dan didudukan pada posisi jabatan tersebut. “Sehingga untuk memilih dan menentukan personil tersebut oleh Baperjakat dilakukan penilaian-penilaian terhadap yang bersangkutan secara profesionaldan proporsional menyangkut berbagai aspek penilaian,” lanjut Bupati. Terdapat 11 pejabat eselon II, 18 pejabat eselon III, sisanya eselon VI yang diambil dilantik dan diambil sumpah pada kesempatan itu. Sebagaimana pernah disampaikan Ketua Badan pertimbangan jabatan dan pangkat (Baperjakat) Berau Drs H Ibnu Sina Asyari, rencana mutasi pejabat Berau dirancang 2 gelombang. Pertimbangnnya beberapa pejabat yang mendekati masa pensiun. Sementara itu, pergerakan pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Berau ketua DPRD Berau Hj Elita Herlina menyebutkan perlu ditangapi secara bijak, bukan dengan apriori.Mutasi bukan sekedar acara seremonial, tetapi sarana penyegaran. Penyegaran di sebuah lembaga adalah pertaruhan sekaligus harapan terhadap keinginan melakukan perbaikan pelayanan mendukung sukses pembangunan daerah,”Kami rasa apa yang menjadi harapan masyarakat dari tujuan mutasi itu tentu ada dalam rumusan Pemerintah Kabupaten,” ujar Ketua Dewan. Namun demikian, guna mengawal kepastian itu, Pemkab Berau harus mampu membuat terobosan yang bisa menjadi jaminan, Contoh kecil disebutkan lakukan evaluasi rutin dan berkala seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Termasuk hasil mutasi yang telah dilakukan,legislator partai Golkar ini mengatakan perlu dievaluasi tingkat keberhasilannya. Pasalnya, menurut Elita, setiap perpindahan staf atau pejabat disatu instansi tentu memerlukan adaptasi. “Dan keberhasilan proses adaptasi itu dipengaruhi banyak faktor,mulai dari suasana hingga rekan kerja maupun bawahan,” jelas satu dari tiga perempuan yang duduk di Parlemen Berau ini. Untuk itu, setiap perkembangan keberhasilan hasil mutasi harus terus dipantau khusus oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat). Hasil evaluasi itulah yang perlu dibenahi atau dijadikan dasar untuk pergerakan gerbong mutasi berikutnya. “Terpenting juga, penempatan bidang pekerjaan diinstansi-instansi sangat diperlukan ketepatan dan keselarasan bidang pendidikan yang bersangkutan, ini salah satu kunci keberhasilan mutasi,” tandas Elita. as
|