Sepak Bola Indonesia Belum Mati dengan Sanksi FIFA2011-05-26 06:29:09
SAMARINDA, Sepak bola di Indonesia tidak akan pernah mati dari pembinanaan meskipun FIFA memberikan sangsi atas gagalnya konggres PSSI yang dilaksanakan Komite Nasional dikatakan Erwin Dwi Budiawan meneger umum Persisam Putra Samarinda, Rabu. "Kalau memang ada sangsi sifatnya tidak mengikat secara utuh ke dalam, dan aktivitas sepak bola di Indonesia pun masih bisa berjalan baik untuk kompetisi maupun pembinaan," terang Erwin di Samarinda, Rabu (25/5). Apalagi, lanjut Erwin, berdasarkan fakta di lapangan sangsi yang dikeluarkan FIFA tidak pernah berlangsung lama, paling dalam hitungan hari atau bulan terkecuali untuk negara Brunei yang memang beritikat untuk tidak bergabung dengan FIFA. "Tidak bisa disamakan kasus yang terjadi di negeri ini dengan negara tetangga kita Brunei, karena akar permasalahannya sangat berbeda," jelas Erwin. Oleh sebab itu, Erwin mengajak pada para praktisi sepak bola baik pemain maupun pelatih yang masih aktif ataupun tidak agar tetap semangat dan masih punya motivasi untuk memajukan persepak bolaan Indonesia. "Jangan justru para pelatih ataupun pemain membuka wacana akan hancurnya persepak bolaan Indonesia kedepan, karena persoalan dengan FIFA bukan momok yang menakutkan untuk kehancuran sepak bola di negeri ini," jelas Erwin. Sebab kata Erwin tidak mungkin kalaupun ada sangsi dari FIFA untuk PSSI maka FIFA akan melakukan tindakan bila ada masyarakat Indonesia yang berlatih, bermain ataupun melakukan aktivitas sepak bola. "Artinya tinggal kemauan kita saja, kalau memang sepak bola ini masih ingin berlanjut maka jangan begitu merisaukan akan sangsi yang bakal dikeluarkan oleh FIFA," papar Erwin. Ia masih optimis, demam akan sepak bola masih melekat di masyarakat Indonesia, dan oleh sebab itu sangat disayangkan bila ada pihak yang mencoba memupuskan sepak bola Indonesia dengan gambaran negatif akan sepak bola Indonesia kedepan. "Biarlah anak-anak kecil punya cita-cita untuk menjadi Lionel Messi ataupun Ronaldo, dan jangan matikan angan-angan mereka dengan gambaran semu," tegas Erwin.at
|