Warga Demo Tutup Tambang di Sangasanga2011-05-26 06:32:58
SANGASANGA, Warga yang berada di Kelurahan Jawa kabupaten Kutai Kartanegara mengelar aksi pemblokiran tambang batu bara. Dalam aksi pemblokiran tersebut sejumlah alat berat dan truk batu bara dihentikan warga agar tidak melakukan aktifitas. Aksi ini sempat terjadi ketegangan antara pihak unjukrasa dengan pihak kepolisian sektor Sanga-sanga yang dibantu TNI yang menjaga jalannya aksi tersebut. Menurut pemilik tanah Schukry Amien, pihaknya meminta kepada pihak perusahaan CV D5 Energy untuk membayar lahan warga seluas 8,35 hektar yang telah ditambang. Selama ini warga sudah melakukan itikad baik, tapi tidak ada tanggapan yang serius dari CV D5 Energy. "Kami hanya meminta hak yang harus di bayar oleh perusahaan yang telah melakukan pertambangan tanpa membayar ganti rugi tanah tersebut," ujar Schukry, Rabu (25/5), saat dilokasi penutupan tambang. Ditambahkannya, pihak warga juga sudah melapor kasus ini ke Polda Kaltim. Dimana pihak perusahaan telah melakukan pengerukan dan penyerobotan tanah sesuai pasal 406 KUHP dan pasal 385 KUHP. Akibat itu warga mengalami kerugian materil Rp2,5 miliar dan telah merusak lingkungan. Sementara Kapolsek Sangasanga AKP Teguh Nugroho mengatakan, bahwa kasus ini sudah ditangani Polda Kaltim. Memang perlu ada kepahaman antar warga, dimana wilayah pertamina telah ada legalitasnya. Lokasi yang ada di Sangasanga ini sangat berbeda dibandingkan dengan daerah lain, karena sudah termasuk wilayah pertamina itu sendiri. "Kami hanya mengamankan jalannya aksi ini yang dimana personil yang diturunkan 20 personil, baik Polisi, TNI dan Brimob," katanya. Aksi demo di Sangasanga dimulai sekitar pukul 11.00 Wita. Warga serentak memasuki area tambang seluas 8,35 hektar itu. Dalam hal ini warga mengancam bahwa aksi ini akan terus dilakukan warga selama tuntutannya tidak dipenuhi. Apalagi, kata dia, selama ini manajemen CV. D5 Energy terus ingkar janji ketika diminta secara baik. "Karena itulah, warga pun tidak lagi bersabar dan siap melakukan aksi yang lebih anarkis jika tuntutannya tidak dipenuhi. Apalagi jika CV D5 Energy tetap ngotot beroperasi dan tidak membayar hak warga," tegas Schukry. aon
|