Suara Dewan Belum Direspon Pemprov2011-05-30 05:43:15
TANJUNG REDEB, Bukan sekali atau dua kali anggota Dewan bersuara melalui media massa, soal jalan Berau – Samarinda yang kini kondisinya semakin parah. Tapi sampai saat ini tak ada respon dari Pemprov, untuk segera melakukan perbaikan. “ Kita tidak berlebihan kalau mengatakan lebih baik memperbaiki jalan Berau - Samarinda, dari pada membangun jalan kereta api. Sebab, kerusakan itu sejak sebelum pemilihan Gubernur,” ungkap anggota Komisi III DPRD Berau, H Liliansyah. Karenanya itu dia mengingatkan kepada warga Berau yang ingin ke Samarinda menggunakan jasa angkutan umum, atau pun kendaraan pribadi sebaiknya hati. Sebab Berau – Samarinda bisa sampai 3 hari, atau minimal 48 jam. Berkaitan dengan itu, tak urung para sopir angkutan umum yang mangkal di Tanjung Redeb, sementara waktu banyak yang mengurungkan niatnya membawa penumpang ke Samarinda, ditambah lagi BBM jenis premium sulit didapat. Termasuk bus antar kota dalam propinsi. Kondisi ini menandakan akses Berau – Samarinda makin parah di beberapa titik ruas jalan Tanjung Redeb - Bengalon, Kutai Timur. “ Bahkan, di sekitar Gunung Kudung, kondisi jalan nyaris putus. Jadi yang melewati jalan itu selain ngantri, juga sangat berbahaya,” kata Legislator Partai Bulan Bintang (PBB) ini. Menurut informasi yang ia terima dari beberapa sopir yang selamat dari jebakan lumpur, antrean yang terjadi hingga saat ini sepanjang 8 kilometer. Diperkirakan butuh waktu 3 hari baru lolos dari antrean. Mereka terpaksa bermalam dua hari, dan hari ketiga para sopir ini akhirnya lolos. Bukan hanya ruas jalan Tanjung Redeb - Samarinda yang mengalami rusak parah. Berau - Bulungan, beberapa waktu lalu yang biasanya ditempuh dengan waktu 2 jam, juga harus menambah waktu perjalanan satu jam akibat rusaknya jalan. beruntung kondisi ruas jalan ke wilayah utara Kaltim ini sudah mulai ada perbaikan, sehingga tak terlalu parah. Jika tidak, dalam kondisi curah hujan lebat, kerusakan jalan bisa menjadi semakin parah. Untuk itu anggota Dewan kembali berharap kepada Pemprov, agar segera turun tangan, untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi sopir bus dan angkutan umum, yang memanfaatkan akses darat menuju Samarinda. Kerusakan jalan ini pula berdampak terhadap pasokan kebutuhan pokok yang biasa diangkut menggunakan mobil boks. Akibat kondisi jalan seperti itu, pengangkutan terpaksa dihentikan sementara saat ini. “ Karena kami kembali meminta, agar Pemprov membuka mata dan segera melakukan perbaikan jalan. Agar masyarakat Berau dan sekitarnya tidak merasa terisolasi,” tegasnya. roz
|