Pertumbuhan Ekonomi Belum Maksimal2011-05-30 05:51:52
SAMARINDA,Anggota Komisi II DPRD Kaltim Siti Qomariyah menilai, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur belum maksimal, kendati menurut data terus menunjukkan grafik kenaikan tiap tahunnya. Qamay - panggilan akrab Siti Qomariah beralasan, masih banyak potensi yang belum dimaksimalkan oleh pemerintah baik dalam peluang penyerapan tenaga kerja hingga pendapatan daerah dalam program jangka panjang. "Kalau salah satu indikatornya adalah peningkatan daya beli masyarakat memang terlihat terjadi lonjakan, termasuk meningkatnya minat infestor. Namun pemerintah juga harus mengimbangi dengan memberikan terobosan dalam menciptakan peluang kerja dan usaha yang lebih luas," ucapnya. Ia mencontohkan, banyak kantor pusat perusahaan yang berada di luar Kaltim sehingga berakibat pada sulitnya lobi kebijakan terhadap potensi besar keuntungan baik tenaga kerja maupun pajak daerah yang harusnya diterima, beralih ke pusat. Dikatakannya, laju pertumbuhan ekonomi harus seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk di 14 kabupaten/kota se-Kaltim. Sebab lonjakan penduduk saat ini dapat menjadi masalah kedepannya. "Memang harus diakui bahwa meningkatnya transmigran dari luar daerah ke Kaltim menunjukkan bahwa daerah kita memang masih menjanjikan memiliki potensi besa. Namun pemerintah harus berhati-hati dan mulai berfikir bagaimana mengatasi lonjakan penduduk yang berlebihan," tuturnya. Diakui Qamay bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama yang sangat penting untuk menjamin kesinambungan pembangunan dan untuk menggerakkan roda pembangunan. Sebab tanpa perumbuhan ekonomi, maka kegiatan program pembangunan akan mengalami stagnasi yang berujung pada peningkatan jumlah pengangguran dan peningkatan jumlah kemiskinan. Sehingga sudah saatnya pemerintah benar-benar serius mengatasi berbagai faktor-faktor yang menjadi penghambat laju pertumbungan ekonomi secara signifikan dan menumbuh kembangkan berbagai potensi pendapatan daerah. hms4/adv
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...